Bandara Dhoho melakukan serangkaian persiapan untuk bisa melayani penerbangan haji mulai tahun 2026.
“Kepastian rencana (pemberangkatan haji lewat Bandara Dhoho) ini ditargetkan paling lambat September 2025 nanti.”
Sukadi
Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri
JP Radar Kediri-Rencana penggunaan Bandara Dhoho sebagai embarkasi dan debarkasi haji semakin matang. Bahkan, sudah ada jadwal pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama haji dari Jawa Timur di bandara ini saat musim haji tahun depan.
“Kepastian rencana (pemberangkatan haji lewat Bandara Dhoho) ini ditargetkan paling lambat September 2025 nanti,” terang Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi ketika dikonfirmasi kemarin.
Pejabat tersebut menambahkan ada rencana pemberangkatan kloter pertama haji dari Bandara Dhoho pada 24 April 2026. Karena itulah Bandara Dhoho akan jadi bagian uji coba awal. Sesuai hasil koordinasi awal Agustus lalu, akan ada 1-2 kloter dari kawasan Kediri Raya yang berangkat paling awal.
Lebih jauh Sukadi mengatakan, Badan Penyelengara (BP) Haji sudah melakukan visitasi. Hal itu untuk memastikan apakah Bandara Dhoho layak melakukan penerbangan haji. Termasuk mengecek kelayakan hotel sebagai tempat menginap kru pesawat.
Berdasarkan pengecekan beberapa hotel, menurut Sukadi yang paling memungkinkan adalah Hotel Grand Surya. “Hotelnya paling dekat dan sesuai kriteria,” terangnya.
Namun, masih ada beberapa fasilitas yang harus ditingkatkany. Setidaknya 16 kamar di hotel tersebut akan di-upgrade. Jumlah tersebut sesuai dengan kru penerbangan haji yang berjumlah 16 orang.
“Sebanyak 16 kamar akan di-upgrade sesuai kelas hotel bintang lima,” paparnya.
Sedangakn untuk jemaah haji, akan tetap berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Dengan jarak tempuh ke Kediri yang hanya dua jam, jemaah haji tidak akan kelelahan dalam perjalanan dari dan ke bandara.
Sebagai informasi, sesuai hasil kunjungan dari BP Haji pada akhir Juli lalu, penerbangan haji awalnya ditarget pada awal 2027. Namun, dalam pembicaraan lanjutan akan diupayakan agar bisa dipercepat pada 2026.
Dalam kunjungan itu, catatan dari BP Haji hanya ada dua. Selain terkait hotel untuk kru pesawat mereka juga menyoal akses jalan. Di antaranya, akses jalan di Bolawen, Tiron, Banyakan ke arah bandara yang masih sempit.
Menindaklanjuti hal itu, Sukadi menyebut Pemkab Kediri telah memastikan bahwa tol akses ke bandara bisa rampung awal 2026. Sehingga, masalah akses jalan sudah teratasi.
“Tol yang dibangun saat ini dari Jalan PB Sudirman itu, itu kita dorong bulan Januari-Februari 2026 sudah selesai. Jadi nanti masuknya ke bandara sudah nggak lewat bawah, sudah lewat atas. Langsung tol akses bandara,” jelas Sukadi.
Bagaimana dengan lainnya? Sukadi memastikan sarana dan prasarana (sarpras) bandara sudah siap. Termasuk untuk layanan keimigrasian, bea cukai, dan sarpras lainnya. “Sudah siap semua,” tegasnya.
Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura (AP) 1 I Nyoman Noer Rohim menyebut pihaknya siap memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan setelah Bandara Dhoho ditetapkan sebagai bandara internasional. “Kami akan segera melengkapi persyaratan (penerbangan internasional) tersebut,” kata Nyoman. (*)