Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ternyata Ini Deretan Alasan Bupati Pati Menolak Mundur Meski telah Didemo Ribuan Warganya

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:20 WIB
Sudewo menyampaikan alasan mengapa tetap bertahan di kursi bupati, meski gelombang penolakan begitu besar.
Sudewo menyampaikan alasan mengapa tetap bertahan di kursi bupati, meski gelombang penolakan begitu besar.

JP Radar Kediri - Desakan agar Bupati Pati, Sudewo, turun dari jabatannya terus menguat. Pada Rabu (13/8), ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bupati.

Massa menuntut Sudewo mundur setelah kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen memicu gelombang kemarahan.

Aksi yang awalnya berlangsung damai ini sempat memanas. Massa yang kecewa meneriakkan tuntutan keras, bahkan sempat terjadi kericuhan.

Namun di tengah situasi panas, Sudewo memilih hadir menemui warga. Ia menyampaikan permintaan maaf, namun dengan tegas menolak melepaskan jabatan.

Baca Juga: Usai Ribuan Warga Demo, Bupati Pati Kini Terancam Terseret Kasus Korupsi Proyek Jalur Kereta Miliaran Rupiah

Menurut Sudewo, posisinya sebagai bupati diperoleh melalui proses demokrasi yang sah. “Saya dipilih secara konstitusional oleh rakyat, dan jabatan ini tidak bisa dilepaskan hanya karena tuntutan massa,” ujarnya di hadapan pendemo. Ia menegaskan, penyelesaian masalah harus tetap mengacu pada mekanisme hukum yang berlaku.

Deretan alasan Bupati Sudewo menolak mundur:

  1. Dipilih secara konstitusional oleh rakyat
    Sudewo menegaskan dirinya terpilih melalui mekanisme demokrasi yang sah. “Jabatan ini hasil pilihan rakyat lewat proses konstitusional. Tidak bisa dicabut hanya karena desakan sekelompok massa,” tegasnya.

  2. Menghormati prinsip hukum dan mekanisme demokrasi
    Ia menyebut jabatan publik memiliki prosedur pemberhentian yang diatur undang-undang. Menurutnya, segala tuntutan harus disalurkan lewat jalur formal seperti DPRD, bukan lewat tekanan di jalanan.

  3. Masa jabatan masih baru dan perlu waktu untuk bekerja
    Sudewo baru menjabat beberapa bulan. Ia menilai wajar jika ada kebijakan yang perlu evaluasi, namun hal itu tidak serta merta menjadi alasan untuk mengakhiri masa jabatan.

  4. Siap memperbaiki kebijakan yang keliru
    Ia telah mencabut kebijakan kenaikan PBB-P2 yang menuai protes, sebagai bukti komitmen untuk memperbaiki langkah-langkah yang merugikan warga. “Kesalahan bisa diperbaiki, yang penting ada niat,” ujarnya.

  5. Menjadikan demo sebagai pembelajaran politik
    Menurut Sudewo, aksi ini menjadi pengalaman berharga untuk lebih memahami aspirasi masyarakat. Ia berkomitmen melibatkan publik secara lebih luas dalam pengambilan kebijakan ke depan.

  6. Siap menghadapi proses politik di DPRD
    Menanggapi pembentukan pansus pemakzulan, Sudewo menyatakan siap menghormati dan mengikuti seluruh prosedur resmi yang dijalankan DPRD. “Kalau memang prosesnya begitu, saya ikuti,” katanya.

Baca Juga: Apakah Bupati Pati Dimakzulkan usai Didemo? DPRD Pati Resmi Bentuk Pansus

Dengan alasan-alasan itu, Sudewo memastikan tidak akan mundur hanya karena tekanan massa. “Saya bertanggung jawab atas amanah ini sampai selesai, kecuali diberhentikan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Langkah DPRD Pati yang membentuk pansus pemakzulan akan menjadi ujian berikutnya. Hasil kerja pansus ini akan menentukan apakah Sudewo tetap bertahan atau harus angkat kaki dari kursi bupati.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Bupati Pati Didesak Mundur #demo bupati pati