Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Soal Bandara Dhoho Jadi Embarkasi, BP Haji akan Tinjau Lagi Bulan Ini, Apa Lagi yang Dicek?

Ayu Ismawati • Minggu, 10 Agustus 2025 | 15:20 WIB
Suasana terminal kedatangan Bandara Dhoho yang masih lengang. Penerbangan reguler di bandara ini masih libur.
Suasana terminal kedatangan Bandara Dhoho yang masih lengang. Penerbangan reguler di bandara ini masih libur.

 

JP Radar Kediri-Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) akan kembali datang ke Bandara Dhoho akhir Agustus ini. Mereka dijadwalkan melakukan pengecekan kembali kesiapan bandara untuk embarkasi dan debarkasi haji.

Untuk diketahui, sebelumnya BP Haji telah melakukan pengecekan perdana pada 31 Juli lalu. Kedatangan mereka untuk memeriksa kesiapan bandara di barat sungai Brantas itu untuk melaksanakan penerbangan haji tahun depan. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Ahmad Zamroni mengatakan, peninjauan akan dilakukan pada akhir Agustus atau awal September. “(Kedatangan BP Haji) diagendakan akhir bulan ini atau awal bulan depan,” ujar Zamroni terkait kunjungan tim ke Bandara Dhoho untuk kali kedua itu.

Jika dalam kunjungan akhir Juli lalu hanya dilakukan perwakilan BP Haji, di akhir Agustus nanti rencananya Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan akan ikut turun. 

“Informasinya seperti itu. Tapi kami juga masih menunggu petunjuk,” lanjutnya. 

Sebelumnya, BP Haji mengecek kesiapan Bandara Dhoho sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji mulai 2026 nanti. Pelayanan penerbangan haji di wilayah selatan Jawa Timur itu juga menyusul perbaikan runway atau landasan pacu Bandara Juanda pada 2028 mendatang. 

Sehingga, dibutuhkan bandara lain untuk menopang pemberangkatan dan kedatangan jemaah haji. Dari hasil survei tersebut, sarana dan prasarana Bandara Dhoho dianggap memenuhi kriteria. 

Di antaranya untuk landasan pacunya yang juga lebih lebar dan panjang dibandingkan Bandara Juanda. Sehingga memungkinkan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 bisa mendarat di sana.

Selain meninjau kesiapan sarana dan prasarana di bandara, survei juga dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana pendukung. Baik hotel maupun rumah sakit. Untuk rumah sakit, salah satu kriteria untuk menunjang bandara embarkasi adalah dari jarak tempuhnya.

“(Kriteria rumah sakit penyangga yang dicari, Red) Lebih ke lamanya jarak yang ditempuh dari bandara,” tutur Zamroni. 

Di depan tim BP Haji, pengelola Bandara Dhoho melaporkan jika sudah ada beberapa rumah sakit yang menjalin kerja sama. Yaitu RSU Lirboyo, RSM Ahmad Dahlan, RS Bhayangkara, RSUD Gambiran, dan RSUD Simpang Lima Gumul (SLG). (*)

Editor : Mahfud
#embarkasi #bandara dhoho #haji #debarkasi