Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Embarkasi di Bandara Dhoho Kediri, Mekanisme Ini yang Ditunggu oleh Kemenag

Ayu Ismawati • Minggu, 3 Agustus 2025 | 14:32 WIB

 

Pengendara sepeda motor melintas di depan Bandara Dhoho Kediri. Bandara yang baru berusia setahun ini akan mencetak sejarah bila rencana menjadi embarkasi dan debarkasi haji tahun depan terwujud.
Pengendara sepeda motor melintas di depan Bandara Dhoho Kediri. Bandara yang baru berusia setahun ini akan mencetak sejarah bila rencana menjadi embarkasi dan debarkasi haji tahun depan terwujud.

JP Radar Kediri- Wacana Bandara Dhoho sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji mulai tahun depan masih menyisakan beberapa pertanyaan. Salah satunya untuk skema bagi jemaah Kediri dan sekitarnya. Sebab, asrama haji masih akan bergabung di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. 

Untuk diketahui, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menyurvei Bandara Dhoho pada Kamis (31/7) lalu. Survei itu untuk meninjau kesiapan sarana dan prasarana bandara tersebut sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji mulai tahun depan. Namun, karena belum ada fasilitas asrama haji di Kediri, dipastikan asramanya masih akan menggunakan Asrama Haji Sukolilo. 

“Tentu nanti mekanismenya ini akan dibahas. Karena ini juga masih tataran awal,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Ahmad Zamroni terkait kepastian jemaah dari Kediri dan sekitarnya. 

Zamroni mengatakan, jika Bandara Dhoho ditetapkan menjadi bandara embarkasi dan debarkasi haji mulai tahun depan, ada beberapa dampak yang dapat dirasakan. Mulai dari fungsi Bandara Dhoho yang akan lebih optimal lagi pemanfaatannya. Hingga potensi penambahan kuota haji untuk Jawa Timur di kemudian hari.

“Di sisi lain kalau nanti dari Juanda berangkat, dari Kota Kediri juga berangkat, potensi penambahan kuota untuk Jawa Timur kan semakin bertambah karena ada tambahan bandara untuk pemberangkatannya,” ungkapnya, yang juga menghadiri survei Kamis lalu. 

Selain itu, dengan mengusulkan Bandara Dhoho menjadi bandara embarkasi, akan ada potensi asrama haji pula yang dibangun di Kediri. “Tetapi tadi yang dibahas masih di 2026, asrama hajinya masih jadi satu. Sambil menunggu itu, harapannya aksesibilitas dari Tol Mojokerto nyambung ke Bandara Dhoho sudah jadi,” harapnya. 

Adapun setelah survei itu, peninjauan lanjutan masih akan dilakukan. Termasuk pembahasan terkait teknis pelaksanaan haji tahun depan. Terlebih dengan adanya wacana transisi pelaksana haji dari Kementerian Agama ke BP Haji. 

“Kami masih menunggu arahan juga dari pusat,” tandasnya, terkait kepastian pelaksanaan haji tahun depan. 

Dengan mengusulkan bandara dhoho menjadi bandara embarkasi, tentu potensi untuk asrama haji itu ada. Tetapi tadi yang dibahas masih di 2026, asrama hajinya masih jadi satu. Harapannya aksesibilitas dari tol Mojokerto nyambung ke bandara sudah terbangun. 

Seperti diberitakan, perwakilan BP Haji melakukan survei di Bandara Dhoho pada Kamis (31/7). Survei itu menyusul rencana penunjukan Bandara Dhoho sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji mulai 2026 nanti. Rencana itu juga menyusul perbaikan runway yang akan dilakukan di Bandara Juanda pada 2028 mendatang. Sehingga, dibutuhkan bandara lain untuk menopang embarkasi dan debarkasi jemaah haji. 

Dari hasil survei itu, sarana dan prasarana Bandara Dhoho dianggap memenuhi kriteria. Di antaranya untuk landasan pacunya yang juga lebih lebar dan panjang dibandingkan Bandara Juanda. Sehingga memungkinkan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 bisa mendarat di sana.(*)

Editor : Mahfud
#embarkasi #bandara dhoho