Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rencana Bandara Dhoho Kediri Terbangkan Jemaah Haji Makin Dimatangkan, Ini yang Dilakukan BP Haji

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 15:09 WIB

Drop zone Bandara Dhoho lengang.
Drop zone Bandara Dhoho lengang.

JP Radar Kediri-Selain mengecek kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) di Bandara Dhoho untuk penerbangan haji tahun depan, Badan Penyelenggara (BP) Haji juga memastikan kesiapan sarana pendukung lainnya di Kediri. Di antaranya, rumah sakit (RS) dan hotel.  

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, dalam kunjungan Kamis (31/7) lalu perwakilan BP Haji berkunjung ke beberapa RS dan hotel. Di antaranya ke RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan. 

“Mereka (BP Haji) juga melakukan survei ke beberapa RS lain. Ada juga beberapa hotel,” kata pria yang akrab disapa Faiz itu.

Lebih jauh Faiz menyebut, dalam pertemuan kemarin juga dibahas beberapa hal teknis terkait persiapan penerbangan haji di Bandara Dhoho. Meski demikian, menurutnya secara fasilitas sangat memungkinkan dilakukan penerbangan haji.

Senada dengan Faiz, Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni mengatakan, beberapa hotel dan RS penyangga di Kediri dirasa sudah memenuhi syarat. 

“Hasil survei itu nantinya akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah pusat,” tutur pria yang akrab disapa Zamroni itu.

Untuk diketahui, survei yang dilakukan Deputi Pelayanan Haji Dalam Negeri BPH Puji Raharjo beserta Direktur Dukungan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi Abdul Haris pada Kamis (31/7) lalu akan segera ditindaklanjuti. Di antaranya membahas lalu lintas udara dengan TNI Angkatan Udara (AU). 

Bahkan, Kepala Badan Penyelenggara Haji Mochamad Irfan Yusuf yang juga direncanakan meninjau langsung kondisi di lapangan. 

“Ada rencana pertemuan lanjutan. Mohon doa restunya,” pinta Zamroni.

Terpisah, Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi mengatakan, Pemkab Kediri mendukung penuh rencana penerbangan haji di Bandara Dhoho. Salah satunya terkait akses menuju ke bandara.

Saat ini akses jalan menuju bandara di Bolawen, Desa Tiron, Banyakan sudah diperlebar menjadi delapan meter. Namun, untuk jalan menuju ke bandara sedikit mengecil. Meski demikian menurutnya hal tersebut tidak masalah. Sebab, nantinya akan beroperasi jalan tol bandara.

“Februari 2026 jalan tol itu akses ke bandara sudah jadi. Dari PB Sudirman kalau mau naik ke bandara tidak perlu lewat bawah. Bisa lewat jalur atas,” terangnya.

Terkait kesiapan rumah sakit, Sukadi menyebut pemkab sudah menyiapkan akses kesehatan pendukung. Yakni, dengan melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan beberarapa RS di Kota dan Kabupaten Kediri. “Semuanya sudah siap,” tandasnya.

General Manager (GM) Angkasa Pura (AP) 1 Bandara Dhoho Kediri I Nyoman Noer Rohim yang dikonfirmasi terkait rencana penerbangan haji di Bandara Dhoho mengaku pihaknya menunggu kepastian dari pusat. 

“Mereka (BP Haji) akan membahas hasil survei di pusat,” ungkap Nyoman sembari menyebut pihaknya menunggu keputusan pasca-survei.

Seperti diberitakan, Bandara Dhoho direncanakan akan melayani penerbangan haji 2026 nanti. Kamis (31/7) lalu BP Haji melakukan survei kesiapan sarpras dan infrastruktur bandara. Yakni untuk menjadi embarkasi dan debarkasi haji.

Selain fasilitas yang dinilai lengkap, runway atau landasan pacu Bandara Dhoho yang lebih lebar dari landasan pacu Bandara Juanda dinilai memadai. Termasuk untuk pendatan pesawat besar yang memungkinkan penerbangan direct ke Arab Saudi.

Di tahap awal, asrama haji tetap berada di Sukolilo, Surabaya. Karenanya dibutuhkan akses yang memadai dari Kediri ke Surabaya. Pembangunan Tol Kediri-Kertosono pun kian dimatangkan agar mobilitas pelayanan haji bisa lebih baik. (*)

Editor : Mahfud
#embarkasi #bandara dhoho #debarkasi