Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kabar Gembira, Bandara Dhoho Bisa Layani Penerbangan Haji Tahun Depan

Ayu Ismawati • Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:39 WIB

 

Runaway Bandara Dhoho yang lebih panjang dan lebih lebar dari Bandara Juanda jadi pertimbangan BP Haji dalam pemecahan layanan penerbangan haji mulai tahun depan.
Runaway Bandara Dhoho yang lebih panjang dan lebih lebar dari Bandara Juanda jadi pertimbangan BP Haji dalam pemecahan layanan penerbangan haji mulai tahun depan.

JP Radar Kediri-Rencana penerbangan jemaah haji dari Bandara Dhoho agaknya akan segera terwujud. Ada harapan bandara yang masih berusia seumur jagung ini tahun depan bisa mewujudkan keinginan tersebut.

Kemarin, Badan Penyelenggaraan (BP) Haji menyurvei Bandara Dhoho. Mereka meninjau kelayakan bandara yang akan menjadi bandara embarkasi dan debarkasi haji. 

Selain dihadiri perwakilan Bandara Dhoho, pertemuan yang berlangsung pukul 11.00 itu dihadiri Deputi Pelayanan Haji Dalam Negeri BPH Puji Raharjo. Ada juga Direktur Dukungan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi Abdul Haris. Mereka ditemui Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi dan General Manager Bandara Dhoho Kediri I Nyoman Noer Rohim dan jajarannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Ahmad Zamroni yang kemarin juga mengikuti pertemuan mengatakan, survei dilakukan menyusul rencana penggunaan bandara sebagai embarkasi dan debarkasi jemaah haji mulai 2026 nanti. Menurutnya BPH meninjau kondisi sarana dan prasarana bandara. Termasuk akses, keberadaan tempat penginapan, hingga kelengkapan pendukung lainnya.

“Karena (jemaah haji) SUB Surabaya di 2026 ini diharapkan sudah bisa berangkat melalui Bandara Dhoho,” ujar Zamroni. 

Pemberangkatan jemaah haji dari Kediri, menurut Zamroni juga selaras rencana renovasi di Bandara Juanda. Bandara yang selama ini jadi embarkasi untuk wilayah Jatim itu akan mengalami perbaikan total runway atau landasan pacu. 

Nah, renovasi 2028 nanti dipastikan akan berpengaruh terhadap kapasitas operasional. Hal itulah yang akhirnya membuat Banara Dhoho disiapkan sebagai penunjang. 

Dalam rapat kemarin juga dibahas salah satu pertimbangan menggunakan Bandara Dhoho untuk penerbangan haji. Yakni, kondisi runway di sana yang lebih panjang dari Bandara Juanda. 

Dengan runway tersebut, pesawat jenis Boeing 777-300 dengan kapasitas penumpang yang lebih banyak bisa mendarat. Bahkan, penerbangan bisa dilakukan secara direct menuju Arab Saudi. “Kapasitasnya kalau selama ini 380 orang, yang Boeing 777-300 ini bisa 415,” papar Zamroni.

Dari survei kemarin, kelengkapan fasilitas di Bandara Dhoho Kediri dianggap sudah memenuhi syarat sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji. Karenanya, Kemenag Kota Kediri juga menyambut baik rencana pemberangkatan haji melalui Bandara Dhoho yang ditargetkan mulai tahun depan. 

Baca Juga: PT Gudang Garam Tbk Bangun Sekolah Standar Internasional di Sekitar Bandara Dhoho, Begini Penampakannya

Manajemen PT SDhI dan BP Haji melakukan rapat membahas rencana penerbangan haji tahun depan.
Manajemen PT SDhI dan BP Haji melakukan rapat membahas rencana penerbangan haji tahun depan.

“Tetapi asrama nanti akan tetap berada di asrama Surabaya,” sambungnya sembari menyebut pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait mekanisme pemberangkatan jemaah haji Kediri tahun depan.

Nantinya, pemberangkatan dan kedatangan jemaah haji melalui Bandara Dhoho akan dilakukan secara bertahap. Di 2026, sebagian embarkasi dan debarkasi dilakukan di Bandara Dhoho. Sedangkan sisanya masih akan berjalan di Bandara Juanda. 

“Sambil menyiapkan tahun 2028 itu akan dilakukan renovasi di Bandara Juanda untuk landasan pacunya,” tandasnya sembari menyebut saat itu akses menuju Bandara Dhoho dari Tol Mojokerto diharapkan juga sudah selesai terbangun. (*)

Editor : Mahfud
#bandara dhoho #runaway #embarkasi haji