JP Radar Kediri - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengalihkan sejumlah bantuan sosial (bansos) yang dinilai tak tepat sasaran kepada mereka yang berada pada desil 1-4.
Pihaknya akan melakukan pengalihan sejumlah bansos kepada mereka yang lebih tepat sasaran berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik.
Pada dasarnya tidak ada bansos yang dikurangi, yang ada adalah dialihkan kepada mereka yang lebih tepat sasaran.
“Kami menindaklanjuti apa yang sudah dirilis oleh BPS dengan tindakan-tindakan yang lebih konkret dan nyata ke depan,” kata Mensos dalam konferensi pers usai melakukan audiensi dengan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) di Kantor Kemensos Salemba, Jakarta Pusat, Jumat dikutip dari Antara.
Diketahui, sebanyak 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sembako dialihkan dari mereka yang berada pada desil atas kepada mereka yang berada pada desil bawah.
Pihaknya juga mengalihkan sebanyak 8,2 juta penerima manfaat PBI dari mereka yang berada pada desil atas serta memiliki NIK tidak aktif kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Selanjutnya pada triwulan kedua kemarin, pihaknya merinci adanya peningkatan sekitar 1,4 juta penerima manfaat dari desil 1-4 apabila dibandingkan dengan penerima bansos pada triwulan pertama.
Sementara untuk penerima bantuan PKH dan sembako, pihaknya juga mencatat kenaikan pada desil 1-4 sebanyak hampir 2 juta orang sehingga menjadi 8 juta lebih KPM pada triwulan kedua.
Lebih lanjut ia memastikan pihaknya akan terus menggunakan sekaligus memutakhirkan DTSEN sebagai acuan penyaluran bansos dan subsidi sosial lainnya.
Di samping itu, pihaknya juga senantiasa berkoordinasi dengan PPATK guna mengecek kemungkinan KPM penerima bansos terlibat dalam pendanaan terorisme, narkoba, hingga judi online.
“Ini semua bukan maunya Kementerian Sosial, tapi ini dalam rangka, kami ke depan terus menyisir, memilih dan memilah mereka yang memang layak untuk mendapatkan bansos dan layak tidak mendapatkan bansos,” tegasnya.
Pencairan Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 3 sebesar Rp600.000 dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3 dengan nominal bervariasi telah resmi diumumkan.
Sebagai informasi, bansos PKH dan BPNT merupakan alokasi untuk periode Juli, Agustus, dan September 2025.
Penyaluran bantuan sosial ini dilakukan secara bertahap oleh pemerintah, dibagi menjadi empat tahap atau triwulan dalam satu tahun.
Memasuki triwulan ketiga, masyarakat mulai menantikan kapan BPNT tahap 3 akan cair. Selain itu, kami juga akan memantau pencairan bantuan sosial lainnya di bulan Juli 2025.
Mengacu pada skema tersebut, Juli 2025 menjadi awal tahap ketiga penyaluran BPNT.
KPM BPNT akan menerima bantuan sebesar Rp600.000 dengan asumsi bantuan per bulan adalah Rp200.000 yang dicairkan per tiga bulan sekali.
Sama seperti BPNT, bantuan PKH juga akan disalurkan per tiga bulan.
Cara cek bansos Kemensos Mei 2025
Untuk mengetahui sebagai penerima atau tidak, pertama, akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
Lalu, masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan
Masukkan pula nama penerima manfaat sesuai KTP. Kemudian isikan huruf kode yang tertera dalam kotak kode (captcha)
Klik tombol 'Cari Data'. Setelah itu, sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.