JP Radar Kediri – Jumlah pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 ini menjadi pertanyaan masyarakat tentang berapa kali percairannya dalam setahun?
Menjawab pertanyaan itu, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa BSU bagi pekerja/buruh hanya diberikan satu kali. Program ini berlaku untuk Juni-Juli 2025.
“BSU cuma sekali ya. Tolong sampaikan, cuma sekali,” ujar Menaker ditemui usai membuka acara seminar terkait Jaminan Pensiun 1 Dasawarsa di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Kamis (24/7) dikutip dari Jawapos.
Dia mengungkapkan, bahwa program stimulus sebesar Rp 300 ribu per bulan ini memang dirancang untuk satu kali bayar. Meski diberikan untuk dua bulan, pencairannya dilakukan bersamaan dalam satu kali transfer.
Baca Juga: Cek BSU Juli 2025 Sebelum Hangus, Terakhir Pencairan 31 Juli 2025!
Untuk Kwartal selanjutnya tak ada lagi pencairan bukan lantaran program ini tidak dilanjutkan. Sebab, sejak awal memang dirancang sekali bayar.
“Bukan tidak dilanjutkan, program ini (sejak awal, red) dirancang cuma untuk sekali bayar,” paparnya.
Terkait tahap pencairannya, hingga Selasa (22/7), peyaluran BSU sendiri telah mencapai 86,71 persen dari total penerima. Angka total penerima ini pun mengalami perubahan dalam perjalannnya. Setelah diverifikasi, dari yang semula 17,3 juta calon penerima menjadi 15,95 juta pekerja. Artinya, ada penyusutan sebesar 1,35 juta calon penerima.
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial (Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri mengungkapkan, ada penyesuaian lantaran banyak penerima yang ternyata tidak memenuhi syarat. Seperti, calon penerima BSU ternyata tidak lagi aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan April 2025.
Menyusul adanya pengurangan jumlah calon penerima ini, Indah memastikan, anggaran yang tersisa akan dikembalikan ke kas negara.
Dia tidak merinci berapa anggaran yang akan dikembalikan. Dirinya hanya mengatakan bahwa proses penyaluran masih berjalan.
“Tentu nanti kita kembalikan. Saya belum ngitung detail karena kan masih berprosres. Karena dari 15 juta itu pun siapa tahu ada gagal salur, misal meninggal, misal ternyata kan tahap akhir banyak pakai kantor Pos yang orangnya ada eligible tapi nggak ngambil-ngambil,” paparnya.
Dia pun kembali menegaskan, bahwa BSU ini bukan sekadar bantuan tunai. Tapi, bantuan pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja/buruh sehingga konsumsi rumah tangga tetap terjaga.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil