Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ketika Para Ketua TP PKK Diajak Keliling Kota di Sela Agenda Muskomwil IV Ke-13 Apeksi

Ayu Ismawati • Jumat, 18 Juli 2025 | 15:38 WIB

 

Istri kepala daerah peserta Muskomwil Apeksi praktik menenun kain tenun ikat.
Istri kepala daerah peserta Muskomwil Apeksi praktik menenun kain tenun ikat.

Terkesan Tenun Bandar, Kagum Arsitektur Bandara Doho

Di sela-sela kepadatan acara Muskomwil IV Ke-13 Apeksi, para ketua tim penggerak PKK punya gawe. Berkeliling kota dalam kemasan city tour. Mengunjungi kompleks PT Gudang Garamb Tbk, Bandara Doho, hingga melihat proses tenun ikat di Bandarkidul.

Hari kedua rangkaian Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Ke-13 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2025 di Kota Kediri kian meriah. Tak hanya para kepala daerah saja yang disibukkan dengan agenda muskomwil. Istri kepalda daerah atau wakilnya, yang menjadi ketua tim penggerak PKK, juga punya agenda khusus. Yaitu mengikuti city tour ke beberapa destinasi di Kediri, baik kota maupun kabupaten. 

Perjalanan para istri kepala daerah itu diawali dengan mengunjungi kompleks PT Gudang Garam Unit VIII. Menyaksikan industri manufaktur terbesar di Kediri itu berjalan. 

Setelah itu, menumpang bus Satria, rombongan bergeser ke Bandara Dhoho. Di bandara yang beroperasi April 2024 itu, mereka terkesima dengan arsitektur dan interiornya. Yang menggabungkan nilai lokal dengan sentuhan modern.

Para istri wali kota, atau wakil wali kota, itu memanfaatkan dengan berswafoto. Mengambil gambar di titik-titik yang menjadi ikon bandara. Di depan tulisan Bandara Doho atau di bawah occulus bandara. Dipandu langsung oleh Direktur Utama SDhI Maksin Arisandi.

“Saya melihat bandaranya banyak arsitektur yang sangat menarik. Ada beberapa candi atau stupa. Ikon-ikonnya ini sangat menarik ya,” puji Ketua TP PKK Kota Mojokerto Lina Desriana. 

Sentuhan kearifan lokal itu, menurutnya, Bandara Doho layak untuk berkembang. Dia pun berharap perekonomian di Kediri bisa lebih maju dan berkembang. Salah satunya melalui sektor pariwisata.  

“Harapan saya ke depannya pemerintah lebih memperhatikan lagi, khususnya Pemerintah Pusat, agar bandara ini lebih ramai. Bagaimana pun caranya,” tandasnya. 

Dari ikon baru Kediri itu, rombongan kembali ke Kota Kediri. Menuju Kampung Tenun Ikat Bandarkidul. Menyaksikan proses pembuatan kain tenun. Mulai awal penenunan, dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), hingga menjadi selembar kain yang beragam motif dan warna. 

Di sela-sela mendapat penjelasan, para ketua TP PKK ini melepaskan rasa penasaran. Bertanya tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat selembar kain tenun ikat khas Bandarkidul itu. Sesekali juga mencoba sendiri proses penenunan dengan ATBM. 

“Kainnya ini lembut, warnanya kilap, halus. Dipakainya enak, nyaman di badan,” puji dr Evariani Aminudin, ketua TP PKK Kota Probolinggo.

Istri Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin itu juga membeli oleh-oleh kain tenun Bandar. Sembari mengaku terkesan. Melihat Kota Kediri sebagai daerah percontohan. Mengakui banyak ilmu yang bisa dia bawa pulang. 

“Ini adalah proses pembelajaran bahwa kota yang lebih maju kita datangi untuk kita pelajari bagaimana mereka merekrut pengembangan UMKM, investor, dan bagaimana pemerintah benar-benar melayani masyarakatnya,” bebernya. 

Ketua TPP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad bersyukur bisa mengajak perwakilan delegasi keliling Kediri. Termasuk mengunjungi Bandara Dhoho dan sentra industri kain tenun di Kelurahan Bandarkidul. 

“Alhamdulillah Kota Kediri bisa membawa istri para delegasi Muskomwil IV untuk melihat potensi di Kota maupun Kabupaten Kediri. Nggak nyangka bahwa Kediri punya bandara. Harapannya bisa lebih baik dan lebih baik lagi,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Faiqoh itu.

Selain city tour dan ladies program yang ditutup dengan belanja oleh-oleh di sentra Tahu Poo itu, banyak kegiatan yang digelar kemarin. Salah satunya Kediri City Expo yang masih berlangsung hingga hari ini (18/7). Di hari kedua kemarin, ribuan masyarakat meramaikan puluhan stan UMKM serta delegasi Komwil IV Apeksi.

Pagi hari sebelumnya, digelar lomba menggambar dan mewarnai oleh Bank Indonesia Kediri. Lomba yang digelar di serambi depan Balai Kota Kediri itu diikuti lebih dari 200 pelajar dari seluruh SD negeri dan swasta di Kota Kediri. (ais/fud)

Editor : Mahfud
#bandara doho kediri #Kampung Tenun