JP Radar Kediri - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuat heboh publik usai mengumumkan ada 212 merek beras kemasan oplosan atau tak sesuai ketentuan.
Usai proses pendalaman oleh Satgas Pangan Mabes Polri, kini sebagian dari merek-merek nakal sudah mulai muncul di publik.
Bahkan yang mencengangkan, sejumlah merek bahkan dijual dalam jumlah besar di minimarket. Seperti Sania, Raja Platinum, Alfamidi Setra Pulen, dan Food Station.
Beras oplosan merupakan campuran dari beberapa jenis beras yang kemudian dijual dengan label beras premium atau medium, namun tidak sesuai dengan isi sebenarnya.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Terbitkan Aturan Ayah Antar Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Melatarbelakanginya!
Praktik ini tentu sangat merugikan konsumen karena biasanya dijual mahal dengan kualitas yang tak sepadan.
Terkait hal ini, Kepolisian sudah memanggil perusahaan-perusahaan yang memproduksi beras dengan merek tersebut.
Di tengah beredarnya merek-merek beras oplosan tersebut, Amran angkat suara. Dia menegaskan pentingnya registrasi produk beras. Menyusul terungkapnya praktik pengoplosan beras premium dengan kualitas rendah.
“Kami akan menindak tegas praktik seperti ini. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap petani, konsumen, dan juga semangat swasembada pangan,” kata Amran dalam keterangannya (14/7) dikutip dari Jawapos.
Sesuai standar mutu beras yang diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2020, beras premium berkadar air maksimal 14 persen. Kemudian butir kepala minimal 85 persen. Lalu butir patah maksimal 14,5 persen.
Daftar Merek Beras yang Diduga Dioplos
Beberapa merek yang disebut Mentan dalam konferensi pers. Merek-merek ini disebut sebagai contoh dari 212 merek beras yang akan diumumkan secara resmi dan bertahap kepada publik.
Merek beras oplosan itu di antaranya:
- Sania, Sovia, Fortune, dan Siip yang diproduksi oleh Wilmar Group.
- Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Setra Pulen milik Food Station Tjipinang Jaya.
- Raja Platinum, Raja Ultima milik PT Belitang Panen Raya.
- Ayana yang diproduksi oleh PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil