Kejaksaan Republik Indonesia (RI) resmi membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025.
Jumlah formasi yang ditawarkan mencapai 1.609 lowongan, terbagi dalam dua kategori formasi umum dan tenaga kesehatan.
Dari total tersebut, 1.448 formasi dialokasikan untuk jalur umum, sementara 161 formasi lainnya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang nantinya akan bertugas di RSU Adhyaksa milik Kejaksaan RI.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu vs Honorer, Siapa Lebih Untung? Ini Jawaban dari Aturan MenPAN-RB 16/2025
Pendaftaran seleksi dibuka sejak 2 Juli hingga 24 Juli 2025 dan dapat diakses secara daring melalui laman resmi sscasn.bkn.go.id.
Pelamar harus berusia minimal 20 tahun dan maksimal sesuai ketentuan jabatan yang dilamar. Syarat lainnya mengikuti aturan yang berlaku untuk masing-masing formasi.
Yang menarik, seleksi khusus tenaga kesehatan di Kejaksaan ini menyita perhatian karena besaran gaji yang cukup menjanjikan, mulai dari Rp 7,5 juta hingga Rp 12 juta per bulan, tergantung jenjang jabatan dan kualifikasi.
Berikut daftar besaran gaji untuk tenaga kesehatan PPPK Kejaksaan RI tahun 2025:
Baca Juga: Banyak yang Nggak Tahu! Honorer Non-Database Bisa Jadi PPPK, Asal Instansi Mau Usulkan
Gaji untuk Tenaga Terampil (Rp 7,5 juta – Rp 8 juta)
-
Entomolog Kesehatan
-
Pranata Lab Kesehatan
-
Asisten Apoteker
-
Asisten Penata Anestesi
-
Fisioterapi
-
Nutrisionis
-
Okupasi Terapis
-
Bidan
-
Perawat
-
Radiografer
-
Terapis Wicara
-
Refraksionis Optisien
-
Teknisi Gigi
-
Teknisi Transfusi Darah
-
Tenaga Promosi Kesehatan
Gaji untuk Tenaga Ahli Pertama (Rp 8 juta – Rp 10,5 juta)
-
Fisikawan Medis
-
Psikolog Klinis
-
Tenaga Sanitasi Lingkungan
-
Terapis Gigi dan Mulut
-
Administrator Kesehatan
-
Apoteker
-
Pembimbing Kesehatan Kerja
-
Penata Anestesi
-
Pranata Lab Kesehatan
-
Dokter Umum
-
Dokter Gigi Umum
Gaji untuk Dokter Spesialis (Ahli Muda):
-
Rp 11,5 juta – Rp 12 juta
Dengan besaran penghasilan yang kompetitif dan penempatan di fasilitas kesehatan milik Kejaksaan, formasi ini diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling diburu.
Masyarakat diimbau segera menyiapkan berkas dan mendaftar sebelum batas waktu berakhir. Proses seleksi mengikuti sistem rekrutmen nasional, sehingga transparansi dan persaingan akan tetap dijaga.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira