Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Penumpang Kereta Api Sancaka Terluka Akibat Dilempari Batu, KAI Bertindak!

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 9 Juli 2025 | 19:12 WIB
Penumpang Kereta Api Sancaka terkena lemparan batu
Penumpang Kereta Api Sancaka terkena lemparan batu

JP Radar Kediri – Tragedi tidak mengenakkan harus dialami salah satu penumpang KA Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng.

Dalam video yang beredar di media sosial itu, wanita berhijab yang tengah santai menikmati perjalanan secara tiba-tiba kedatangan batu yang menghantam kaca sebelahnya.

Kini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 6 Yogyakarta bersama jajaran Polres Klaten memburu pelaku pelemparan batu tersebut.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025. Akibat insiden tersebut, seorang penumpang perempuan yang kebetulan sedang merekam dirinya itu terluka.

 Baca Juga: Kronologi Lengkap Arya Daru Pangayunan Ditemukan Meninggal dengan Kepala Terlakban, Masih lakukan Aktivitas Hingga Larut Malam

Kepala Polres Klaten Ajun Komisaris Besar Nur Cahyo mengemukakan PT KAI telah melaporkan kejadian tersebut. Dan kini dilakukan proses penyelidikan.

"Untuk mencegah kejadian serupa, selain dengan meningkatkan patroli, Polres Klaten juga akan melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada tokoh masyarakat di sekitar jalur kereta api," ujar Nur Cahyo kepada wartawan, Selasa, 8 Juli 2025 dikutip dari Antara.

Disamping itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengatakan kasus pelemparan batu oleh oknum ke Kereta Api (KA) Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya harus diusut tuntas.

Tulus, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan pengusutan tuntas penting dilakukan karena lemparan tersebut mengakibatkan kaca jendela berlubang dan melukai salah seorang penumpang.

 Baca Juga: Siapa Arya Daru Pangayunan? Diplomat Kemlu yang Ditemukan Meninggal dengan Kepala Terlakban

Terhadap kasus itu, ada beberapa hal yang perlu disorot. Pertama, aksi pelemparan itu harus diusut tuntas pelakunya, dan motifnya apa, dan perlu diberikan sanksi hukum jika ada motif kesengajaan, dan pembinaan yang intens,” kata Tulus.

Namun, menurut dia, kasus tersebut tidak serta merta hanya didekati dengan pendekatan hukum semata, tapi juga harus ada pendekatan sosiologis.

Kejadian tersebut langsung atau tidak langsung akan menciptakan rasa was-was, rasa tidak aman, tidak nyaman. Sebab risiko terjadinya lemparan itu bisa setiap saat, apalagi jumlah rangkaian KA semakin banyak,” ujar dia.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#penumpang kai #pelemparan batu #viral #kai #pelemparan batu kereta api