Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Terungkap! Mayat Perempuan di Blitar Ternyata Dibunuh Pacarnya Sendiri Usai Bertengkar

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:21 WIB
Kediaman Dita Oktavia.
Kediaman Dita Oktavia.

JP Radar Kediri – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus penemuan mayat perempuan muda di pinggir jalan nasional Blitar-Malang.

Korban yang diketahui bernama Dita Oktavia (21), warga Dusun Purworejo, Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, ternyata meregang nyawa di tangan pacarnya sendiri.

Choirul Huda, pria asal Kabupaten Kediri, diketahui merupakan kekasih korban. Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, Choirul dan Dita sempat bepergian bersama pada Minggu (6/7) malam ke Nganjuk untuk menonton karnaval.

Namun, bukannya menikmati suasana, keduanya malah terlibat cekcok hebat yang berujung petaka.

Menurut Wakapolres Blitar Kompol Fadillah Langko Panara, pertengkaran terus berlanjut sepanjang perjalanan pulang.

Baca Juga: Buron Tak Sampai Sehari! Pembunuh Perempuan Muda asal Kediri di Blitar Ditangkap di Semarang

Choirul yang terbakar emosi diduga memukuli korban secara brutal di bagian kepala, khususnya sekitar hidung dan mulut, saat masih berada di atas sepeda motor.

Aksi kekerasan itu dilakukan sepanjang perjalanan dari Nganjuk hingga ke wilayah Ponggok, Blitar.

“Korban diperkirakan meninggal dunia ketika melintasi Desa Maliran, Kecamatan Ponggok. Saat itu, kondisi korban sudah lemas akibat pukulan yang diterima secara berulang,” ujar Fadillah dalam konferensi pers kemarin.

Ironisnya, setelah korban dalam kondisi sekarat, Choirul tidak berusaha menyelamatkannya.

Ia justru melanjutkan perjalanan ke arah timur hingga motornya kehabisan bensin di sekitar Desa Popoh, Kecamatan Selopuro.

Di situlah tubuh Dita dibuang begitu saja di pinggir jalan, ditutupi dengan dedaunan agar tak langsung dikenali warga.

Baca Juga: Polres Kediri Gelar Prosesi Pedang Pora Pisah Sambut Pimpinan 

Keluarga korban sendiri mengaku sangat terpukul atas peristiwa tragis tersebut. Budi Kurniawan, kakak kandung Dita, mengatakan bahwa adiknya sempat pamit keluar rumah pada Jumat (4/7) malam dengan alasan hendak mengantar berkat ke rumah bosnya.

Sejak saat itu, Dita tak pernah kembali. Keluarga baru mengetahui kematiannya dari tetangga yang melihat unggahan media sosial tentang penemuan mayat perempuan muda.

“Awalnya kami kira dia hanya keluar sebentar. Tapi ternyata… dia tidak pernah kembali,” ucap Budi dengan suara lirih, sembari mengenang sosok adiknya yang dikenal bersahaja dan pekerja keras demi anak semata wayangnya yang masih berusia 14 bulan.

Baca Juga: Tribun Ungu untuk Persik Kediri! Revitalisasi Stadion Brawijaya Dikebut Jelang Liga

Kini, Choirul harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Polisi masih mendalami motif sebenarnya di balik pembunuhan ini, termasuk apakah pelaku memiliki rencana jahat sebelumnya atau sekadar emosi sesaat.

Kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam hubungan bisa berujung maut.

Dita, yang selama ini dikenal sebagai ibu muda yang gigih mencari nafkah, kini hanya bisa dikenang oleh keluarganya, terutama anak semata wayangnya yang terus memanggil nama sang ibu.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita kediri hari ini #pembunuhan blitar