JP Radar Kediri- Kediri Nite Carnival tahun ini akan dikemas secara berbeda. Digelar bertepatan dengan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Kediri Nite Carnival akan berlangsung pada 17 Juli.
Peserta Nite Carnival tersebut bukan hanya partisipan lokal. Melainkan juga delegasi dari berbagai kota. Termasuk tari kolosal yang melibatkan 100 orang penari.
Konseptor Tari Aulia Renata mengatakan, pertunjukan kolosal itu akan mengangkat kisah Raden Panji Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji. Mengambil judul Kidung Smarayatra, pertunjukkan kolosal itu akan diikuti 100 orang pelajar dari SMA dan SMK di Kediri.
“Kidung Smarayatra sendiri artinya kisah perjalanan cinta. Nah, kisah perjalanan cinta itu terinspirasi dari sosok Panji dan Sekartaji yang juga menjadi folklore khas dari Kediri,” ujar perempuan yang akrab disapa Renata itu.
Cerita itu akan dikemas dalam pertunjukan kolosal yang melibatkan penari, pemain perkusi, dan tim properti sejumlah 100 orang. Renata menerangkan, kisah Panji dan Sekartaji dipilih karena ceritanya yang tersohor bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Kediri.
“Karena Apeksi sendiri tujuannya menunjukkan khasanah dan lokalitas budaya dari masing-masing daerah. Maka dari itu kami memilih cerita Panji dan Sekartaji ini yang juga tersohor sebagai kisah folklore khas Indonesia, terutama Jawa Timur,” tandasnya, ditemui di sela waktu latihan di aula SMKN 2 Kota Kediri kemarin.
Adapun pelajar yang terlibat berasal dari beberapa sekolah. Di antaranya dari SMAN 1 Kota Kediri, SMAN 2 Kota Kediri, SMAN 7 Kota Kediri, SMA 5 Taruna Brawijaya, SMAN 8 Kota Kediri, SMKN 2 Kota Kediri, serta SMAK Santo Augustinus.
“Jadi memang yang ikut dari teman-teman pelajar yang ada di Kota Kediri. Dan ini excited sekali karena 100 orang itu adalah orang-orang yang expert (ahli, Red),” ungkapnya.
Untuk diketahui, KNC 2025 akan digelar sebagai rangkaian dari Muskomwil IV APEKSI Ke-20 di Kota Kediri sebagai tuan rumahnya. Selain partisipan dari lokal Kota Kediri, setidaknya 13 kepala daerah anggota Komwil IV juga akan mengikuti pawai dengan mengenalkan daerah masing-masing. Masyarakat pun berkesempatan mengenal seni dan budaya belasan daerah di Indonesia yang penuh warna. Meliputi Kota Kediri, Madiun, Blitar, Surabaya, Mojokerto, Probolinggo, Malang, Batu, Pasuruan, Denpasar, Mataram, Bima, serta Kupang.
Kediri Nite Carnival akan menjadi ajang pengenalan budaya dan kearifan lokal dari setiap kota anggota Apeksi. Melalui parade budaya itu, diharapkan daerah-daerah peserta Apeksi bisa saling menyapa dan bersilaturahmi.
Dengan menghadirkan KNC dalam rangkaian Apeksi, event yang identik dengan Hari Jadi Kota Kediri itu akan tampil berbeda. Masyarakat akan mendapat suguhan seni dan budaya yang lebih bervariasi. Sehingga, menjadi bentuk diversifikasi kegiatan yang rutin digelar tiap tahun itu.
Untuk diketahui, tidak hanya peserta KNC saja yang berbeda dengan tahun lalu. Rute KNC tahun ini juga berbeda dibanding sebelumnya. Jika biasanya start di Stadion Brawijaya, nantinya KNC akan dimulai dari simpang tiga Stasiun Kediri menuju Balai Kota Kediri.
“Ini (rute baru, Red) juga sebagai usaha mengenalkan Jalan Dhoho sebagai salah satu ikon Kota Kediri. Nantinya, para kepala daerah peserta Muskomwil IV Apeksi dan delegasi daerahnya akan ikut dalam parade budaya tersebut,” terang Kepala Bagian Pemerintahan Kota Kediri Ade Trifianto.
Selain para wali kota delegasi Apeksi yang sekaligus ikut meramaikan Hari Jadi Kota Kediri yang ke-1.146, masyarakat juga bisa ikut menyemarakkan. Masyarakat bisa menyaksikan di sepanjang trotoar Jalan Dhoho. Atau, melalui layar yang disiapkan panitia.
Sedikitnya ada tiga titik layar yang akan menampilkan tayangan langsung Kediri Nite Carnival. Yakni di Balai Kota Kediri, selatan Jl Dhoho, dan sisi timur simpang empat Bank Indonesia. (ais/fud)
Editor : Mahfud