Keberadaan tol sepanjang 8,6 kilometer itu, mampu mempermudah akses transportasi, bahkan memangkas waktu tempuh Semarang-Yogyakarta lebih dari dua jam.
Pembukaan sementara ini dilakukan guna mendukung kelancaran arus liburan dan mempermudah akses ke sejumlah destinasi wisata di sekitar Prambanan.
Meskipun Tol Jogja–Solo masih dalam tahap konstruksi, segmen Prambanan akan dimanfaatkan untuk membantu mobilitas masyarakat selama musim liburan.
Dengan dibukanya pintu keluar tol Prambanan, akses menuju berbagai tempat wisata pun semakin mudah.
Baca Juga: Lewat Tol Prambanan Masih Gratis! Tapi Waktu Terbatas, Siap-Siap Bayar Setelah SK Turun!
Berikut tujuh destinasi unggulan di sekitar exit tol Prambanan yang bisa dijangkau hanya dalam hitungan menit:
-
Candi Prambanan – Candi Hindu terbesar di Indonesia dan situs warisan dunia UNESCO, menawarkan arsitektur menawan dan kisah Ramayana yang ikonik.
-
Candi Sojiwan – Candi Buddha dengan suasana tenang dan arsitektur kuno yang cocok untuk wisata sejarah.
-
Candi Plaosan – Perpaduan arsitektur Hindu-Buddha yang eksotis dan jadi spot foto favorit.
-
Candi Kalasan – Candi Buddha tertua di Yogyakarta yang sarat sejarah dan nilai seni tinggi.
-
Sendratari Ramayana – Pertunjukan seni epik berlatar Candi Prambanan yang menawan saat malam hari.
-
Candi Ratu Boko – Kompleks bekas kerajaan dengan panorama sunset yang dramatis dari atas bukit.
-
Tebing Breksi – Destinasi unik dengan tebing batu kapur berukir dan panggung terbuka untuk pertunjukan seni.
Pembukaan fungsional exit tol ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri utama menuju kota Yogyakarta dan kawasan wisata di sekitarnya.
Dengan waktu tempuh yang jauh lebih efisien, wisatawan dapat menjelajahi lebih banyak tempat dalam waktu singkat.
Tak hanya itu, kehadiran akses tol ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku pariwisata dan UMKM lokal.
Potensi meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan saat libur akhir tahun diharapkan bisa mendongkrak pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Sleman dan Klaten.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira