Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Terbaru Kapal Tenggelam di Selat Bali, 38 Korban dalam Pencarian, 4 Orang Meninggal

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 3 Juli 2025 | 20:44 WIB
Update Kapal Tenggelam di Selat Bali
Update Kapal Tenggelam di Selat Bali

JP Radar Kediri – Peristiwa nahas menimpa puluhan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23:35 WIB.

Koordinator Pos SAR Banyuwangi Wahyu Setia Budi membenarkan insiden tersebut.

"KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi sekitar pukul 22:56 WIB menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali," kata Wahyu saat dihubungi dari Situbondo, Jawa Timur, Kamis dini hari.

Menurutnya, kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk itu tenggelam sekitar pukul 23:35 WIB sebelum sampai di Pelabuhan Gilimanuk.

 Baca Juga: Viral Gubernur Maluku Utara Berendam di Air Tawa Halmahera Selatan, Netizen: Ibu, Wisata Malut Jadi Makin Terkenal!

Wahyu menyebutkan data jumlah penumpang atau manifes KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut sebanyak 53 orang penumpang 12 orang kru kapal dan 22 unit kendaraan.

30 diantara 65 total korban ditemukan dalam kondisi selamat. Sedangkan 4 meninggal dunia. Sisanya masih dalam pencarian.

Diketahui, sebanyak 53 orang merupakan penumpang, sementara 12 orang adalah crew kapal.

Tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 27 korban kapal tenggelam di Selat Bali, 4 di antaranya meninggal dunia. Sementara 38 korban lainnya masih dalam pencarian.

Menurut Wahyu Setyabudi, Koordinator Pos SAR Banyuwangi, sinyal darurat pertama diterima pukul 23.20 WIB, hanya 24 menit setelah kapal bertolak pukul 22.56 WIB.

 Baca Juga: Bagaimana Bisa Suara Gemericik Air Ampuh Atasi Burung Macet Bunyi? Yuk Simak Penjelasannya

Lima belas menit kemudian, petugas Syahbandar melihat lambung kapal benar-benar terbalik di koordinat –8°09′ S, 114°25′ E.

Sebagai informasi, tragedi ini bermula dari kebocoran di ruang mesin yang memicu pemadaman listrik total (blackout).

Tanpa daya dan dihempas gelombang setinggi 2,5 meter, kapal kehilangan keseimbangan lalu karam dalam hitungan menit.

Empat korban pertama yang terdiri 3 penumpang dan seorang kepala kamar mesin berhasil menyelamatkan diri dengan sekoci darurat dan mendarat di Pantai Cekik, Gilimanuk.

Mereka menceritakan detik-detik panik saat air mulai masuk kabin, lampu padam, dan penumpang berebut jaket pelampung di kegelapan.

Operasi penyelamatan digelar gabungan Basarnas Banyuwangi, Basarnas Denpasar, KPLP, Lanal, Satpolairud, dan nelayan setempat.

Sepuluh armada termasuk dua RIB dan satu tug boat menyisir sektor selatan lintasan karena arus kuat mengarah ke Samudra Hindia.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kapal tenggelam #banyuwangi #update #kapal tenggelam di selat bali