Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menyebut bahwa progres pengangkatan CPNS 2024 telah mencapai 98 persen.
Sisanya hanya sekitar dua persen, tapi tetap menghambat. “Itu karena ada perbaikan usulan, data ganda, hingga ada peserta yang meninggal dunia,” ujarnya usai rapat bersama Komisi II DPR RI, Senin (1/7).
Pemerintah menargetkan proses pengangkatan CPNS 2024 selesai paling lambat Juni 2025.
Namun jika sisa dua persen tak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan berdampak pada agenda besar seleksi CPNS dan PPPK tahun 2025 yang kini sudah mulai disiapkan.
Tak hanya CPNS, proses pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk formasi PPPK 2024 juga masih tersendat. Setidaknya ada 12 kementerian/lembaga, 3 provinsi, dan 28 kabupaten/kota yang belum mengusulkan data ke BKN.
“Masih ada waktu sampai Oktober 2025, tapi lebih cepat lebih baik. Penetapan NIP bisa dilakukan mulai Juli atau Agustus, tidak perlu menunggu Oktober,” jelas Zudan. Ia juga meminta instansi tidak menunda-nunda karena pengangkatan bisa dilakukan begitu syarat administrasi rampung.
Komisi II DPR RI dalam rapat itu juga menyoroti lambannya layanan pertimbangan teknis (pertek) yang dikeluarkan BKN.
Namun Zudan memastikan, pertek kini diproses maksimal lima hari kerja. “Jika lebih dari lima hari belum keluar, maka otomatis dianggap disetujui,” tegasnya.
BKN juga mengingatkan bahwa kelambanan penyelesaian CPNS 2024 bisa berdampak pada pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK 2025.
Jika beban administrasi tidak segera diringankan, maka proses seleksi berikutnya bisa ikut tersendat.
Karenanya, masyarakat yang tengah menanti seleksi CPNS 2025 diimbau untuk terus memantau perkembangan dan memastikan dokumen pribadi sudah siap sejak awal.
Pemerintah menargetkan seleksi CPNS 2025 akan digelar setelah tahapan penataan ASN 2024 benar-benar tuntas.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira