Ia berencana mengirimkan surat resmi ke sekitar 200 negara terkait ketentuan baru perdagangan dengan AS.
Surat-surat itu rencananya dikirim sebelum 9 Juli 2025, menjelang berakhirnya masa penangguhan tarif dagang.
Hal tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Minggu (29/6) waktu setempat.
Menurut Trump, surat tersebut akan berisi syarat-syarat baru bagi negara-negara yang ingin berdagang dengan Amerika.
“Buat kami ini kehormatan besar, dan ini yang harus Anda lakukan kalau mau berdagang di AS... Semoga beruntung,” kata Trump dalam wawancara tersebut seperti dikutip dari Antaranews.
Baca Juga: Kerusuhan LA Memanas! Trump Kirim Pasukan, California Tak Terima dan Siap Gugat ke Pengadilan
Evaluasi Hubungan Dagang
Trump menegaskan bahwa Amerika akan mulai mengevaluasi defisit perdagangan dan menilai bagaimana negara lain memperlakukan AS selama ini.
Jika dianggap tidak adil, Trump tak segan-segan akan memberlakukan tarif tinggi.
“Kami akan lihat, apakah negara itu memperlakukan kami dengan baik atau tidak. Kalau tidak, ya kami akan pasang tarif tinggi. Untuk beberapa negara, kami tidak akan peduli,” tegasnya.
Hubungan Memanas dengan Kanada
Tak hanya itu, Trump juga kembali melontarkan kritik pedas terhadap Kanada. Pada Jumat (27/6), AS resmi menghentikan negosiasi terkait pajak layanan digital yang diterapkan Kanada terhadap perusahaan teknologi asal Amerika.
Trump menyebut kebijakan Kanada tersebut “tidak bisa diterima” dan akan terus ditangguhkan sampai Ottawa mencabut pajak digital tersebut.
Lebih lanjut, Trump menuduh Kanada menerapkan tarif yang sangat tinggi terhadap produk pertanian dari AS, bahkan hingga 400 persen. Ia menyebut Kanada sebagai “negara yang sangat sulit diajak kerja sama.”
Baca Juga: Tarif Trump Terancam Batal, Dunia Menilai Kebijakan Tak Masuk Akal
Kanada dan Ambisi Negara Bagian ke-51
Pernyataan paling kontroversial datang saat Trump menyampaikan kembali keinginannya agar Kanada bisa menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat. Menurutnya, Kanada sangat bergantung pada AS secara ekonomi.
“Ada banyak hal yang kami tidak suka dari mereka. Mereka mengambil keuntungan. Tapi mudah-mudahan kami bisa menemukan titik temu,” ujarnya.
Pernyataan Trump yang keras bisa memicu ketegangan dagang baru di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Negara-negara mitra dagang AS pun kini menunggu isi surat yang akan dikirim sang presiden sebelum tenggat waktu 9 Juli mendatang.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira