Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Hasil Otopsi Juliana Marins, Penyebab Kematiannya di Gunung Rinjani Buat Terkejut

Shinta Nurma Ababil • Minggu, 29 Juni 2025 | 00:56 WIB
Hasil otopsi Juliana Marins
Hasil otopsi Juliana Marins

JP Radar Kediri - Usai berhasil di eksekusi, akhirnya muncul hasil otopsi Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang meninggal usai terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani.

Hasil otopsi ini diumumkan pihak RSUD Bali Mandara, pada Jumat (27/6/2025).

Diketahui, Juliana Marins mengalami kecelakaan tragis pada Sabtu (21/6/2025) saat mendaki bersama teman-temannya.

Jenazahnya baru berhasil dievakuasi dari jurang sedalam 600 meter pada Rabu (25/6/2025), tiga hari setelah dinyatakan meninggal dunia.

 Baca Juga: Evakuasi Juliana Belum Tuntas, Jalur Pendakian ke Puncak Rinjani Resmi Ditutup Sementara

Bagaimana hasil otopsi Juliana?

Dokter forensik RSUD Bali Mandara, dr Ida Bagus Putu Alit, menyampaikan sejumlah temuan dari hasil otopsi yang dilakukan Kamis malam (26/6/2025).

Pertama, jenazah dalam kondisi utuh saat diperiksa. Juliana dinyatakan meninggal dalam rentang waktu 12–24 jam sebelum otopsi dilakukan.

Ini terlihat dari adanya tanda-tanda lebam dan kekakuan tubuh, sesuai standar forensik pada jenazah yang telah dibekukan.

Kedua, luka lecet geser ditemukan pada bagian punggung, kepala, dan anggota gerak.

Luka ini menunjukkan tubuh korban tergeser oleh benda-benda tumpul saat jatuh.

Bahkan, Ia juga mengalami patah tulang di bagian dada, pinggul, dan paha.

Kesimpulan awal menunjukkan kematian Juliana disebabkan kerusakan organ dalam akibat hantaman benda tumpul yang memicu perdarahan hebat, terutama di area dada dan perut.

Ini membuktikan bahwa Juliana tidak meninggal karena hipotermia

"Kami tidak menemukan tanda-tanda penyusutan limpa atau bukti lain yang mengarah ke hipotermia," jelasnya.

Disamping itu, meski sempat selamat setelah terjatuh, cedera parah membuat Juliana hanya mampu bertahan sekitar 20 menit.

Hal ini karena pendarahan parah yang paling banyak terjadi di dada dan perut.

Saat ini, tim forensik masih menunggu hasil toksikologi untuk memastikan tidak ada zat berbahaya dalam tubuh korban.

Namun sejauh ini, penyebab kematian diyakini karena cedera parah akibat benturan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#gunung rinjani #Juliana Marins #brazil #Juliana Marins Meninggal