Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hasil Otopsi Juliana Marins Ungkap Fakta Mengejutkan, Ini Penyebab Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani

Internship Radar Kediri • Minggu, 29 Juni 2025 | 09:55 WIB
Hasil Otopsi Juliana Marins Ungkap Fakta Mengejutkan, Ini Penyebab Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani
Hasil Otopsi Juliana Marins Ungkap Fakta Mengejutkan, Ini Penyebab Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani

JP Radar Kediri – Peristiwa tragis yang menimpa Juliana Marins, turis asal Brasil di Gunung Rinjani. Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi kabar duka yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Insiden yang menimpa perempuan berjiwa petualang itu terjadi pada Sabtu (21/6) lalu saat ia bersama dengan beberapa rekannya melakukan pendakian di Gunung Rinjani.

Korban jatuh ke jurang sedalam 600 meter di hari itu. Medan yang sulit dan cuaca tida menentu yang menerjang lokasi hilangnya perempuan Brasil itu membuat Tim Sar mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi setelah berhasil menemukan jasadnya pada Selasa (24/6) lalu.

Jasad korban dievakuasi keesokan harinya pada hari Rabu (25/6). Jasadnya pun dibawa ke RSUD Bali Mandara untuk dilakukan autopsi.

Awalnya, setelah dievakuasi, jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Mataram, NTB untuk dilakukan autopsi. Namun, rencana tersebut harus berubah sebab satu-satunya dokter autopsy di NTB pada saat itu tidak sedang berada di lokasi, melainkan di Semarang.

Dikutip dari Radar Solo, dari hasil autopsi yang dilakukan pada Kamis (26/6) malam yang lalu telah ditemukan sejumlah temuan termasuk penyebab meninggalnya wanita muda itu. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter forensik RSUD Bali Mandara, dr Ida Bagus Putu Alit.

Dari hasil autopsi, tubuh korban ditemukan utuh dengan sejumlah luka lecet hampir diseluruh bagian tubuh korban. Korban juga diperkirakan masih bertahan hidup selama 20 menit setela terjatuh ke dalam jurang sebelum akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan dari hasil sementara autopsi yang didapat, dokter menduga meninggalnya Juliana disebabkan oleh kerusakan organ dalam akibat hantaman dari benda tumpul, yang menyebabkan pendarahan hebat. Terutama pada bagian perut dan dada korban.

Sejumlah prasangka yang menduga Juliana meninggal dunia karena hipotermia atau kondisi saat suhu tubuh mengalami penurunan secara drastis juga di tepis. Dokter tidak sama sekali tidak menemukan bukti yang merujuk pada penyebab meningglanya korban karena hipotermia.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : rekian
#radar kediri #autopsi #brasil #jurang #gunung rinjani #ntb #tewas #jatuh #Hasil #wna