JP Radar Kediri –Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan penjelasan soal banyaknya pekerja yang belum menerima bantuan subsidi upah (BSU).
Diketahui, pencairan BSU tahap I telah disalurkan kepada 2.450.068 pekerja kemarin, Selasa (24/6).
Jumlah pencairan tersebut adalah sebagian dari total penerima sebanyak 3.697.836 orang. Adapun Sisanya 1.247.768 masih dalam proses penyaluran.
Terkait penyaluran BSU tahap II, pihaknya sudah menerima data dari BPJS ketenagakerjaan sebanyak data 4.535.422 calon penerima. Data tersebut saat ini sedang dalam proses verifikasi dan validasi.
Yassierli mengungkapkan, proses verifikasi dan validasi ini dilakukan guna memastikan ketepatan sasaran dalam penyaluran.
Baca Juga: BSU Tahap I Sudah Dicairkan Kemnaker Rp600 Ribu, Cek Syarat Penyalurannya Sekarang!
Penjelasan Menaker soal BSU belum cair
Proses pencairan BSU dulakukan secara bertahap. Kini penyaluran BSU tahap II, pihaknya sudah menerima data dari BPJS ketenagakerjaan sebanyak data 4.535.422 calon penerima. Data tersebut saat ini sedang dalam proses verifikasi dan validasi.
Yassierli mengungkapkan, proses verifikasi dan validasi ini dilakukan guna memastikan ketepatan sasaran dalam penyaluran.
Pasalnya, pihaknya menekankan prinsip kehati-hatian dalam memastikan data dari BPJS Ketenagakerjaan itu sesuai dengan kriteria yang memang sudah ditetapkan.
“Sehingga kalau ditanya kapan cair? Ada dua isu tadi. Kami sangat hati-hati dalam memastikan data penerima dan kedua tentu administrasi keuangan. Karena anggarannya itu adalah sesuatu yang belum kita rencanakan dari awal tahun,” paparnya.
Inilah yang menyebabkan pihaknya belum bisa memberikan target pasti kapan penyaluran BSU 2025 rampung.
Mengingat, dari total sekitar 17,3 juta pekerja/buruh penerima BSU, baru sekitar 2,4 juta pekerja/buruh yang sudah cair di rekeningnya.
BSU 2025 diberikan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama dua bulan, yang dibayarkan sekaligus. Dengan demikian, setiap pekerja/buruh akan menerima total sebesar Rp 600 ribu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil