Di tengah pengumuman hasil seleksi PPPK 2024, mereka justru jadi pihak yang paling terpinggirkan. Pasalnya, honorer R4 tidak masuk dalam daftar prioritas penerimaan tahun ini.
Berbeda dengan R2 (eks K2) dan R3 yang sudah terdaftar di database BKN dan mendapatkan prioritas utama dalam seleksi PPPK, R4 berada di posisi yang serba sulit.
Mereka belum terdata resmi di sistem nasional BKN, sehingga secara aturan belum bisa ikut bersaing memperebutkan formasi yang tersedia.
Masalahnya, tanpa status resmi di database BKN, tenaga honorer R4 belum bisa dimasukkan dalam proses rekrutmen, baik sebagai PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.
Baca Juga: Begini Nasib Honorer yang Gagal Lolos PPPK Tahap 2, Langsung diangkat jadi ASN?
Ini artinya, peluang mereka untuk diangkat masih tertahan dan belum ada jalur resmi yang bisa mereka tempuh saat ini.
Meski begitu, pemerintah disebut-sebut masih menyusun kebijakan lanjutan untuk menampung aspirasi dan nasib para honorer R4.
Namun sayangnya, hingga kini belum ada kepastian kapan skema tersebut akan diberlakukan.
Dengan situasi seperti ini, tenaga honorer R4 hanya bisa bersabar dan terus mengikuti perkembangan dari kanal resmi pemerintah, sambil tetap berharap ada peluang baru yang terbuka ke depannya.
Bagi mereka yang telah lama mengabdi namun belum mendapat pengakuan resmi, tentu kondisi ini cukup menyakitkan.
Apalagi perjuangan selama bertahun-tahun seolah belum dihargai dalam sistem formal rekrutmen ASN.
Baca Juga: Lolos PPPK Tahap 2? Alhamdulillah! UU ASN Baru Bikin Hidup Honorer Auto Sejahtera
Harapan masih ada. Tapi untuk saat ini, R4 harus siap menunggu lebih lama dibandingkan kategori honorer lainnya.
Padahal, tidak sedikit dari tenaga honorer R4 yang sudah bekerja lebih dari lima bahkan sepuluh tahun di instansi masing-masing.
Mereka menjalankan tugas layaknya ASN aktif, namun tetap saja belum memiliki kejelasan status hukum dan karier.
Kini, suara dari lapangan mulai menggema. Banyak honorer R4 berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan konkret agar pengabdian mereka tidak terus terabaikan.
Sebab jika dibiarkan terlalu lama, bukan tidak mungkin semangat dan loyalitas mereka mulai luntur.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira