JP Radar Kediri - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan rasa prihatinnya atas eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang belakangan terus saling balas dan serang.
Atas perang ini mengakibatkan gugurnya ratusan korban jiwa serta mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Konflik antara Iran dengan Israel kini semakin memanas setelah Amerika Serikat (AS) turut menyerang tiga fasilitas nuklir milik Iran pada Minggu (22/6).
Karena intervensi Amerika Serikat ini, Iran lantas mengancam untuk menutup Selat Hormuz sebagai balasan.
Diketahui, Presiden Xi Jinping memang sempat menyuarakan keinginan untuk “memainkan peran konstruktif dalam perdamaian Timur Tengah” lewat percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 19 Juni.
Baca Juga: Mengejutkan! Indonesia Masuk Daftar Negara Aman Jika Perang Dunia Ketiga Meletus, Ini Alasannya
Hanya beberapa jam setelah pernyataan Xi, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan ultimatum keras yang hanya memberikan Iran dua minggu untuk kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya, atau siap-siap menghadapi kemungkinan serangan militer.
Bagaimana respon PBB atas konflik Iran Israel?
Terkit konflik ini, PBB memberikan respon tegas dan seruan untuk menahan diri.
Hal ini disampaiakn sejumlah pejabat tinggi PBB dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan yang digelar pada Jumat (13/6) di Markas Besar PBB, New York, menyusul serangan udara besar-besaran Israel ke wilayah Iran.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dalam pertemuan tersebut menyoroti dampak serius dari serangan Israel terhadap fasilitas nuklir utama Iran di Natanz. Ia mengungkapkan bahwa fasilitas pengayaan uranium di Natanz mengalami kerusakan berat, dengan adanya kontaminasi radiologis dan kimiawi.
Padahal pada dasarnya, fasilitas nuklir dalam keadaan apa pun tidak boleh menjadi target serangan. Lantaran tidak hanya membahayakan manusia, tetapi juga lingkungan.
Baca Juga: Amerika Serikat Ikut Campur Perang Iran - Israel, Begini Sikap Pemerintah Indonesia!
“Saya telah berulang kali menyatakan bahwa fasilitas nuklir, dalam keadaan apa pun, tidak boleh menjadi target serangan. Serangan semacam ini tidak hanya membahayakan manusia, tetapi juga lingkungan,” ujar Grossi dikutip dari Al Jazeera.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo, dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa penyelesaian damai melalui jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya cara terbaik untuk menjamin sifat damai dari program nuklir Iran.
“Kita harus menghindari konflik yang lebih luas yang akan berdampak besar terhadap perdamaian dan keamanan global,” kata DiCarlo.
Sehingga PBB melalui berbagai pernyataan pejabatnya, menyerukan penghentian kekerasan dan kembalinya kedua pihak ke meja perundingan.
Hingga saat ini, Dewan Keamanan PBB belum mengeluarkan resolusi resmi terkait konflik tersebut, namun tekanan internasional agar kedua negara menahan diri terus meningkat.
Tak hanya itu, PBB berkomitmen untuk terus memfasilitasi dialog demi menjaga perdamaian regional dan mencegah meluasnya konflik yang dikhawatirkan dapat memicu perang besar di kawasan Timur Tengah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil