Informasi ini dikutip dari laporan SeAsiaStats yang menyebut bahwa kombinasi antara kebijakan luar negeri yang netral, letak geografis strategis, dan kekayaan sumber daya alam menjadikan Indonesia berada dalam posisi yang cukup "terlindungi" dari dampak langsung konflik internasional.
Sejak era Presiden Soekarno, Indonesia memang menganut prinsip politik luar negeri "bebas dan aktif".
Artinya, Indonesia tidak memihak blok mana pun dalam konflik internasional, namun tetap aktif mendukung perdamaian dunia.
Sikap netral ini menjadi "tameng diplomatik" yang membuat Indonesia tidak mudah terseret dalam pertikaian antarnegara adidaya.
Baca Juga: Duh ! Begini Nasib Indonesia jika Perang Dunia Ketiga Benar-Benar Terjadi
Tak hanya itu, faktor geografis juga memainkan peran penting. Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau memiliki penghalang alami dari potensi invasi militer.
Letaknya yang jauh dari zona konflik utama dunia, seperti Eropa Timur atau Timur Tengah, membuat risiko langsungnya lebih rendah.
Militer Indonesia juga tidak agresif. Fokus utamanya adalah menjaga keamanan dalam negeri, bukan ekspansi atau ikut campur konflik luar.
Ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara damai yang tidak memicu ketegangan global.
Dari sisi sumber daya, Indonesia punya modal kuat untuk bertahan jika rantai pasokan internasional terganggu.
Dengan tanah yang subur, cadangan air melimpah, dan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki kapasitas untuk menjaga keberlangsungan hidup rakyatnya dalam situasi darurat.
Baca Juga: Amerika Serikat Ikut Campur Perang Iran - Israel, Begini Sikap Pemerintah Indonesia!
Selain itu, keragaman budaya dan kekuatan sosial masyarakatnya juga dianggap sebagai nilai tambah.
Keberagaman ini membentuk ketahanan sosial yang tinggi, membuat masyarakat Indonesia cenderung lebih tangguh dan cepat beradaptasi dalam situasi krisis.
Negara Aman Lainnya Selain Indonesia
Menurut daftar yang dikutip dari Daily Mail dan berbagai sumber lainnya, negara-negara yang juga dianggap aman jika Perang Dunia Ketiga pecah di antaranya:
-
Selandia Baru, dengan pegunungan sebagai tempat perlindungan alami dan posisi netral
-
Afrika Selatan, karena tanah subur dan sumber daya air
-
Swiss, terkenal dengan netralitasnya selama hampir 200 tahun dan perlindungan dari pegunungan Alpen
-
Tuvalu dan Fiji, negara kepulauan kecil yang terpencil dari pusat konflik
-
Islandia, yang selalu berada di puncak Indeks Perdamaian Global
-
Greenland, wilayah terisolasi dengan populasi kecil
-
Chile, dengan garis pantai terpanjang dan kekayaan alam melimpah
-
Bhutan, negara damai yang netral dan terkurung pegunungan
-
Argentina, dinilai mampu bertahan dari bencana pasca perang nuklir
-
Antartika, yang karena ekstremnya kondisi dan letaknya yang sangat jauh, dianggap hampir tak mungkin menjadi target konflik
Jadi, meskipun Indonesia bukan negara superpower, tapi sikap damai, posisi geografis, dan kekayaan alam membuatnya jadi salah satu tempat perlindungan paling ideal jika dunia benar-benar dilanda perang besar.
Semoga saja prediksi ini tidak pernah jadi kenyataan.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira