JP Radar Kediri- Siapa sangka pulau kecil yang tampak tenang justru menjadi sumber sengketa antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Pulau yang tak berpenghuni ini, kini secara resmi telah tercatat sebagai bagian dari wilacah Aceh.
Lantas, mengapa pulau ini diperebutkan? Apakah ada potensi tersembunyi dibaliknya? Berikut potensi tersembunyi Pulau Mangkir Gadang yang sempat jadi rebutan dua provinsi tersebut.
Pulau Mangkir Gadang merupakan pulau yang berada di Samudra Hindia. Berdasarkan hasil verifikasi Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (TNPnR) tahun 2007, pulau tersebut tidak mengalami perubahan nama.
Namun, pulau ini tercatat sebagai salah satu pulau yang tidak berpenduduk. Pulau Mangkir Gadang memiliki luas 8,16 ha dan berjarak 1,9 km dari Tapanuli Tengah. Secara sumber daya, perairan di sekitar kedua pulau ini memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup tinggi.
Kawasan ini bahkan teridentifikasi sebagai bagian dari marine biodiversity corridor, yaitu area yang menghubungkan habitat-habitat penting bagi spesies laut, perkembang biakan, serta berbagai siklus hidup lainnya.
Potensi ekowisata juga tampak terlihat dari pulau ini. Meskipun tidak berpenghuni, kedua pulau tersebut, merupakan wilayah singgah dan transit bagi nelayan. Tak hanya itu, jika ditinjau dari luar, pulau tersebut mirip di antara perbatasan Bali dengan Lombok, NTB.
Pulau Mangkir Gadang berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi ekosistem mangrove. Sebab, Pulau Mangkir Gadang memiliki pantai pasir putih yang ditumbuhi vegetasi mangrove dan kelapa.
Penulis: Marta Mahasiswa Magang UIN Sunan Ampel Surabaya
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Jauhar Yohanis