JP Radar Kediri – Perang yang masih berlanjut antara Iran dan Israel kian memanas sejak serangan pertama yang diluncurkan Israel pada Jumat (14/6) dini hari yang merusak sejumlah fasilitas nuklir di wilayah Iran.
Tidak hanya itu, serangan udara yang dilancarkan oleh Israel juga merusak sejumlah bangunan di Kota Teheran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah petinggi militer dan ahli nuklir milik Iran.
Tak berselang lama setelah serangan tersebut, Iran mengirimkan serangan balasan dengan puluhan hingga ratusan rudal yang menghujani sejumlah wilayah di Israel, termasuk Ibu Kota Tel Aviv. Sampai saat ini, serangan tersebut masih terus berlanjut tanpa adanya kepastian kapan peperangan tersebut akan berakhir.
Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Pemulangan Jemaah Haji Indonesia?
Disaat yang bersamaan, fase pemulangan Jemaah Haji khususnya Indonesia telah dimulai sejak tanggal 11 Juni yang lalu. Perang yang sedang terjadi di wilayah timur tersebut membuat sejumlah masyarakat Indonesia khawatir akan berdampak pada fase pemulangan Jemaah Haji dari Arab Saudi
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan bahwa perang yang saat ini terjadi antara dua Negara di wilayah timur tidak akan berdampak pada pemulangan Jemaah Haji ke Tanah Air.
Fase pemulangan berjalan sesuai dengan yang sudah terjadwalkan meskipun ada keterlambatan penerbangan karena masalah teknis.
“Israel di sini enggak ada relevansinya, tidak ada keterlambatan gara-gara Israel, tidak ada," ujar Nasaruddin pada Minggu (15/6) kemarin di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.
Pemulangan Jemaah Haji kloter kedua sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu (18/6) hari ini. Dikutip dari Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, Jemaah Haji Indonesia telah melakukan pergeseran dari Makkah ke Madinah.
Jemaah haji akan kembali ke tanah air melalui penerbangan yang dijadwalkan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
“Insya Allah pergeseran jemaah dari Makkah ke Madinah bagi jemaah kelompok dua akan dilakukan pada tanggal 18 esok hari (hari ini). Kami sudah mempersiapkan proses dan prosedur yang harus ditempuh oleh seluruh jemaah,” jelas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief setelah mengantrakan rombongan Amirul Hajj ke Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Selasa (17/6) kemarin untuk terbang kembali ke Indonesia.
Hilman juga menjelaskan, Jemaah haji yang masih berada di Arab Saudi akan ditempatkan di dalam satu hotel sembari menunggu jadwal kepulangan. Hal tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pihak Kementerian Haji dan Umrah serta otoritas wilayah Madinah.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Jauhar Yohanis