JP Radar Kediri – Momen ketika Presiden Prabowo Subianto menghadiahkan jam tangan mewah merk Rolex kepada para pemain Timnas Indonesia usai bertanding melawan China di lapangan hijau masih menarik atensi masyarakat.
Pemberian hadiah untuk Timnas Indonesia itu menuai sejumlah pertanyaan dari publik terkait sumber dana yang digunakan untuk membeli jam yang disebut-sebut bernilai ratusan juta rupiah per unit itu.
Menanggapi hal tersebut pihak Istana Kepresidenan akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi resmi yang menegaskan bahwa pembelian jam tangan Rolex tersebut sama sekali tidak menggunakan dana negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Juru Bicara Presiden yang sekaligus merangkap sebagai Menteri Sekertaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa sumber dana pembelian jam tangan mewah itu bersumber uang pribadi Presiden Prabowo Subianto.
"Pasti loh (uang pribadi)," ujar Prasetyo pada Selasa (10/6) di Istana Kepresidenan.
Prasetyo juga menegaskan bahwa dalam pembelian jam mewah itu, tidak ada sedikitpun uang negara yang digunakan.
“Enggak ada (dana negara yang digunakan),” imbuhnya.
Prasetyo tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait hadiah yang diberikan oleh Prabowo Subianto kepada anggota Timnas. Prasetyo hanya menekankan, yang terpenting saat ini adalah kemenangan yang berhasil diraih oleh Timnas Indonesia usai melawan China di lapangan hijau.
Hadiah jam tangan yang diberikan oleh Presiden Prabowo memiliki nominal yang fantastis sehingga banyak masyarakat yang membicarakan hal tersebut.
Pasalnya, harga satu unit jam tangan Rolex dengan model GMT-Master II yang beredar dalam pemberitaan bisa mencapai angka Rp 190 juta hingga lebih dari Rp 200 juta, tergantung tipe dan spesifikasi yang dipilih.
Dengan jumlah pemain yang mencapai puluhan orang, nilai total pembelian tentu saja bukan angka yang kecil dan wajar jika publik berharap adanya transparansi tambahan untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman yang terus berlarut-larut karena hal tersebut.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira