JP Radar Kediri –Ratu Wushu Indonesia, Lindswell Kwok belakangan ini jadi sorotan usai mengungkapkan pernyataan di Instagram pribadinya uang menyebut adanya kesenjangan olahraga di Indonesia.
Atlet wushu berusia 33 tahun itu mengeluhkan langkah pemerintah yang memberikan jam tangan mewah kepada seluruh pemain timnas usai menang 1-0 kontra China di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (5/6).
Ia mengaku kecewa terhadap keputusan Kemenpora yang memulangkan para atlet muda dengan alasan efisiensi anggaran.
Padahal disisi lain, presiden Prabowo yang memberikan hadiah berupa jam tangan bermerek Rolex kepada seluruh penggawa Timnas Garuda Merah Putih.
"Kemenpora memanggil para atlet muda wushu ini untuk datang ke pelatnas, mereka telah mengorbankan pendidikan sekolahnya demi hal ini. Tapi, tiba-tiba dipulangkan dengan alasan efisiensi?" tulis Lindswell dalam ceritanya, Senin (9/6).
Ia mengungkapkan alasan terkait protesnya ini bukan karena iri. Lindswell Kwok menyoroti Langkah presiden memberi hadiah ditengah efisiensi.
"Bukan karena sejawat kita dapat apresiasi, lalu kita kepanasan? bukan. Tapi lihat dulu siapa yang kasih? Presiden, di masa negara sedang efisiensi," tambah perempuan yang dijuluki Ratu Wushu Indonesia itu.
Lindswell mengungkapkan adanya kesenjangan para atlet dari cabor lain dibandingkan dengan sepak bola. Kesenjangan ini juga terkait fasilitas yang didapatkan para olahragawan belum sepenuhnya memadai.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2025 Sudah Cair di Sejumlah Daerah, Cek Sekarang, Apakah Instansi Tujuanmu Termasuk?
"Kesenjangan atlet. Tentu bangga dengan prestasi sejawat, tapi pemerintah sudah adil belum dalam memfasilitasi para atlet? Saat cabor lain dicuekin, sedangkan cabor terkenal lebih diperhatikan," tegasnya.
Terlebih lagi, ia mengajak seluruh rakyat untuk melek terkait perbandingan anggaran yang didapat cabor lain jika dibandingkan dengan sepak bola.
"Sebelumnya boleh dicek berapa besar anggaran untuk masing-masing cabang olahraga di tahun ini? Sepak Bola berkisar Rp 200 Miliar sedangkan cabor lain hanya Rp 10 hingga 30 Miliar, merata tidak?" tanya dia dalam unggahan ceritanya.
Ia lantas kembali menekankan bahwa hal yang sedang dilakukannya bukan sebagai ajang berdebat dengan publik melainkan bentuk kritik terhadap ketimpangan perlakuan pemerintah.
Baca Juga: Viral Laut Tercemar Akibat Tambang? Gubernur Papua Barat Daya: Itu Bukan dari Pulau Gag!
Melainkan sebagai salah satu tindakan kritik untuk pemerintah. Selain itu, ini juga berguna bagi pemerintah untuk koreksi diri dan system.
Ia juga menuliskan harapan tulus untuk seluruh cabang olahraga yang ada di Indonesia demi kemajuan yang merata terhadap para atlet terkait.
Terlebih lagi ia akan terus menyuarakan keadilan untuk para atlet muda yang mendapatkan perlakuan tidak adil dari pemerintah.
"Yang kita harapkan adalah kemajuan di segala sektor dan bidang," tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil