Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Asal Makan! 6 Kelompok Ini Wajib Waspada Konsumsi Daging Kambing Saat Idul Adha

Internship Radar Kediri • Minggu, 8 Juni 2025 | 05:39 WIB

 

Jangan Asal Makan! 6 Kelompok Ini Wajib Waspada Konsumsi Daging Kambing Saat Idul Adha
Jangan Asal Makan! 6 Kelompok Ini Wajib Waspada Konsumsi Daging Kambing Saat Idul Adha
JP Radar Kediri – Menjelang momen Idul Adha, permintaan dan konsumsi daging kambing di masyarakat cenderung meningkat tajam.

Namun, di balik kenikmatan sajian khas hari raya kurban itu, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok mengonsumsi daging kambing.

Terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, konsumsi daging kambing justru bisa memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Daging kambing dikenal mengandung protein dan lemak jenuh yang tinggi.

Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan oleh orang yang salah, bukan hanya menimbulkan gangguan jangka pendek, tetapi juga bisa memicu kambuhnya penyakit kronis.

Berikut ini adalah kelompok yang disarankan untuk membatasi, bahkan menghindari, konsumsi daging kambing:

1. Penderita Penyakit Hati
Bagi pasien dengan gangguan fungsi hati atau hepatitis, mengonsumsi makanan tinggi protein seperti daging kambing bisa memperparah kerja organ hati.

Hati yang sudah rusak tidak mampu memproses protein secara optimal, sehingga berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalopati hepatik.

2. Penderita Hipertensi dan Penyakit Jantung
Daging kambing yang tinggi lemak jenuh dapat menyebabkan tekanan darah melonjak.

Kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh bisa meningkat, yang memperparah risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Bagi penderita hipertensi, mengonsumsi daging ini bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah yang membahayakan nyawa.

3. Penderita Asam Urat dan Masalah Ginjal
Kandungan purin dalam daging kambing dapat diubah tubuh menjadi asam urat.

Pada orang yang memiliki gangguan metabolisme asam urat atau fungsi ginjal yang tidak optimal, konsumsi daging kambing bisa menyebabkan sendi membengkak dan nyeri hebat.

Selain itu, ginjal bisa semakin terbebani dalam menyaring limbah protein tersebut.

4. Penderita Gangguan Pencernaan
Daging kambing tergolong jenis makanan yang sulit dicerna. Bagi penderita maag, GERD, atau irritable bowel syndrome (IBS), konsumsi daging kambing bisa memicu gejala seperti perut kembung, mual, nyeri ulu hati, hingga diare.

Daging yang berlemak dan dimasak dengan bumbu pekat semakin menambah beban sistem pencernaan.

5. Anak-anak
Anak-anak, terutama di bawah usia lima tahun, memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Konsumsi daging kambing yang terlalu berat bisa menyebabkan gangguan pencernaan, sembelit, atau muntah.

Selain itu, kebutuhan nutrisi anak lebih seimbang jika diperoleh dari variasi sumber protein, bukan dari daging merah berlemak tinggi.

6. Penderita Alergi Daging Merah
Meski jarang terjadi, sebagian orang bisa mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi daging kambing.

Gejalanya bisa berupa ruam kulit, gatal-gatal, hingga sesak napas. Reaksi alergi ini bisa ringan maupun berat, dan jika tidak ditangani, berpotensi menyebabkan anafilaksis.

Dengan meningkatnya konsumsi daging selama musim kurban, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan.

Jika memiliki riwayat penyakit kronis, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi daging kambing.

Kesehatan tetap menjadi prioritas utama, meskipun dalam suasana perayaan.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Polteknik Negeri Madiun (PNM)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kambing #makanan #daging #kurban