Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Terungkap! Pulau-Pulau Cantik di Raja Ampat Ternyata Sudah Digarap Tambang Nikel! Begini Respon Menteri ESDM

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 5 Juni 2025 | 17:22 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Keindahan alam Raja Ampat, Papua Barat, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, kini terancam oleh aktivitas tambang nikel yang mulai merambah sejumlah pulau eksotis di wilayah tersebut.

Isu ini mendapat perhatian serius dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyatakan bahwa pemerintah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan pertambangan yang dinilai bisa merusak ekosistem darat dan laut di kawasan itu.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (4/6), Bahlil menegaskan bahwa dirinya akan memanggil seluruh pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), baik dari pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, untuk dimintai klarifikasi terkait kegiatan tambang yang berlangsung di beberapa pulau di Raja Ampat.

Evaluasi tersebut, menurut Bahlil, akan dilakukan setibanya ia kembali dari kunjungan kerja.

"Saya sudah jadwalkan untuk melakukan evaluasi begitu saya kembali. Saya akan rapat dengan Direktur Jenderal saya dan memanggil semua pemilik IUP yang beroperasi di kawasan itu. Baik dari BUMN maupun swasta harus ikut bertanggung jawab," ujarnya.

Bahlil juga mengingatkan bahwa Papua merupakan daerah dengan status Otonomi Khusus, sehingga memiliki kewenangan tertentu dalam mengelola wilayah dan sumber daya alamnya.

Ia menilai, keputusan apapun yang menyangkut wilayah Papua harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat lokal serta nilai-nilai kearifan tradisional yang hidup di tengah masyarakat adat.

"Papua ini seperti Aceh, memiliki perlakuan yang berbeda sesuai dengan kekhususannya. Saya menduga masih ada nilai-nilai kearifan lokal yang belum disentuh atau dihargai dengan baik dalam proses perizinan tambang ini. Karena itu, kami akan coba melakukan penyesuaian kembali agar semua kegiatan tambang bisa berjalan selaras dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang nikel dilaporkan telah menjangkau beberapa pulau penting di Raja Ampat, seperti Pulau Kawe, Pulau Gag, dan Pulau Manuran.

Para pemerhati lingkungan menyuarakan kekhawatiran bahwa kegiatan tersebut dapat merusak ekosistem unik di wilayah yang selama ini menjadi andalan Indonesia dalam sektor ekowisata.

Kini, publik menantikan langkah konkret pemerintah dalam menyikapi isu ini, di tengah desakan agar kawasan Raja Ampat tetap dipertahankan sebagai salah satu warisan alam terindah di dunia.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#menteri esdm #berita kediri hari ini #raja ampat #tambang nikel raja ampat