JP Radar Kediri - Dinamika internal PDI Perjuangan menjelang Kongres Nasional partai menunjukkan arah yang sudah sangat jelas. Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa forum kongres nantinya tidak akan diwarnai kejutan besar.
Sebaliknya, kongres hanya akan menjadi forum resmi untuk mengukuhkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDIP untuk periode kepengurusan 2025–2030.
Dalam pernyataan yang disampaikan saat ditemui di Jakarta, Minggu (1/6), Djarot menyebut bahwa suara mayoritas kader, terutama dari lapisan akar rumput, sangat solid mendukung Megawati untuk kembali memimpin partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Baca Juga: Presiden Prabowo Disebut Khianati UUD 1945 Oleh PDIP Jika Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
“Sudah saya sampaikan berkali-kali bahwa keinginan dari arus bawah itu sangat jelas, yakni agar Ibu Megawati tetap menjadi ketua umum. Jadi, secara substansi, kongres nanti hanyalah pengukuhan terhadap keputusan politik yang sudah bulat di tingkat akar rumput. Bahkan, kongres juga akan memberikan mandat penuh kepada beliau untuk menyusun struktur kepengurusan DPP secara menyeluruh,” kata Djarot.
Meski arah dukungan sudah terang benderang, Djarot enggan membocorkan kapan tepatnya kongres akan digelar. Ia mengatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Megawati sebagai ketua umum saat ini, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
“Jadwal kongres itu hak prerogatif ketua umum. Jadi, kita semua tinggal menunggu saja kapan beliau akan menetapkannya,” ujarnya singkat.
Lebih lanjut, Djarot juga menegaskan bahwa Megawati akan memiliki hak penuh untuk menentukan seluruh susunan kepengurusan DPP, termasuk posisi strategis seperti sekretaris jenderal (sekjen).
Hal ini menjadi sorotan karena posisi sekjen saat ini masih dijabat oleh Hasto Kristiyanto, yang sedang menjalani proses hukum terkait dugaan perintangan penyidikan dalam kasus korupsi Harun Masiku.
“Di dalam kongres nanti, ketua umum terpilih akan memiliki hak prerogatif untuk menyusun struktur pengurus pusat. Jadi, bukan hanya sekjen, semua posisi akan ditentukan oleh ketua umum terpilih,” tegas Djarot.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo turut memberikan klarifikasi mengenai spekulasi yang beredar terkait keterkaitan penundaan kongres dengan persoalan hukum yang dihadapi Hasto.
Ganjar menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara proses hukum Hasto dengan mundurnya jadwal kongres.
Baca Juga: Resmi! CPNS Kemenkum WAJIB Masuk 2 Juni, Siap-Siap Orientasi Ketat dan Aturan Seragam Super Detail!
“Itu tidak ada kaitannya sama sekali. Perubahan jadwal kongres murni merupakan keputusan internal partai, dan nantinya akan ditetapkan sendiri oleh Ibu Ketua Umum,” ujar Ganjar saat ditemui awak media di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Jumat (16/5).
Dengan solidnya dukungan terhadap Megawati dan belum ditentukannya waktu kongres, publik dan kader hanya tinggal menunggu kapan momen formalitas pengukuhan itu akan digelar, sekaligus menyaksikan formasi baru yang akan dibentuk untuk lima tahun mendatang.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira