Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nekat Lintasi Gurun ke Mekkah Tanpa Visa, Satu WNI Meninggal Dunia karena Dehidrasi

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 2 Juni 2025 | 23:45 WIB
Ilustrasi gurun pasir
Ilustrasi gurun pasir

JP Radar Kediri – Tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diketahui berasal dari wilayah Jawa Timur melakukan aksi nekat dengan menempuh jalur berbahaya untuk bisa mencapai kota Mekkah.

Ketiga WNI tersebut melintasi gurun pasir Jumum tanpa mengantongi visa resmi. Upaya mereka yang berisiko tinggi itu berakhir tragis setelah salah satu dari ketiganya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tengah rute perjalanan yang panas dan tandus.

Ketiganya diketahui mencoba memasuki wilayah Mekkah dengan cara yang tidak biasa dan sangat membahayakan keselamatan.

Tanpa mengikuti jalur resmi sebagaimana diatur dalam ketentuan ibadah haji, mereka memilih menyusuri gurun pasir dengan berjalan kaki, berharap bisa mencapai Tanah Suci dan menunaikan ibadah haji tanpa harus melewati proses administrasi dan perizinan yang sah.

Namun, medan yang begitu ekstrem, suhu tinggi yang menyengat, minimnya perbekalan air, serta jarak tempuh yang melelahkan membuat mereka tak mampu melanjutkan perjalanan.

Di tengah kondisi yang tidak bersahabat, satu orang di antara mereka dilaporkan mengalami dehidrasi berat hingga akhirnya meninggal dunia sebelum sempat diselamatkan.

Dua orang lainnya ditemukan dalam kondisi lemas dan segera dievakuasi serta mendapatkan perawatan medis dari otoritas Arab Saudi.

Dikutip dari Jawa Pos, kabar meninggalnya WNI tersebut dibenarkan oleh Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) yang telah melakukan koordinasi dengan pihak berwajib Arab Saudi.

“Berdasarkan koordinasi dengan Kepolisian Jumum, Mekkah, almarhum SM ditemukan meninggal dunia pada 27 Mei 2025 di gurun wilayah Jumum karena dehidrasi,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha di Jakarta, pada Minggu (1/6) kemarin.

Almarhum SM, WNI yang nekat melintasi gurun untuk mencapai kota Mekkah bersama dengan kedua temannya diketahui telah terjaring razia oleh pihak kepolisian Arab Saudi sebelumnya. Pada saat itu, SM tergabung dalam gerombolan yang berjumlah 10 orang termasuk korban.

Mereka terjaring terjaring razia dengan upaya yang sama, yaitu mencoba untuk memasuki kota Mekkah secara ilegal. Mereka pun diarahkan untuk menuju Jeddah.

Namun, SM bersama dengan kedua rekannya tetap bersikukuh untuk bisa masuk ke kota Mekkah hingga akhirnya ketiganya memilih jalur ekstrem dengan melintasi gurun. Sebenarnya, ketiganya sempat menaiki taksi untuk bisa masuk ke Mekkah.

Namun, melihat polisi yang berpatroli, sang sopir taksi pun meminta mereka untuk turun dan berakhir berjalan di tengah gurun.

Kemlu dan KJRI Jeddah telah menghubungi pihak keluarga di Indonesia untuk menyampaikan  berita meninggalnya SM serta menginformasikan langkah penanganan jenazah. Sedangkan kedua rekan korban masih menjalani perawatan karena dehidrasi ekstrem yang dialami.

Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mencoba menempuh jalur ilegal, baik karena terbujuk rayuan agen yang tidak bertanggung jawab maupun karena keinginan pribadi yang dilandasi semangat beribadah namun mengabaikan keselamatan.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #jalur ekstrem #meninggal dunia #arab saudi #kota mekkah #nekat #wni #gurun pasir