JP Radar Kediri – Sekolah yang seharusnya menjadi temapt paling aman bagi para siswa untuk bisa menuntu ilmu dengan aman dan nyaman, akhir-akhir ini membuat sejumlah orang tua khawatir.
Seorang siswa yang duduk dibangku kelas 6 SD di Makassar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan. MRA (15) menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Islam Faisal pada Jumat (30) kemarin.
MRA sebelumnya mendapatkan perawatan medis di dua rumah sakit yang berbeda sebelum akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Faisal.
MRA adalah siswa yang bersekolah di SD Negeri Maccini Sawah 1. Ia dikenal sebagai anak yang pendiam oleh keluarga.
Menurut pengakuan keluarga, MRA memiliki sejumlah luka di sekujur tubuhnya hingga bekas sundutan rokok yang diduga milik salah satu pelaku.
Sebelum perisitiwa itu terjadi, korban baru saja pulang sekolah setelah mengikuti ujian. Korban di keroyok oleh dua temannya yang berasal dari sekolah yang sama dan satu orang siswa (SMP). Korban dianiaya di depan sekolahnya.
"Dia dipukul di luar sekolah, di depan sekolahnya. Saat pulang sekolah, karena masih ujian," ujar Desma, tante korban.
Pada saat pulang ke rumah, korban tidak bercerita banyak tentang apa yang dialaminya dan hanya mengatakan bahwa ia dikeroyok oleh 3 orang siswa.
Setelahnya, korban dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan dari tenaga medis di tiga rumah sakit berbeda sebelum akhirnya meninggal dunia.
Pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Kota Makassar beserta dengan barang bukti, yaitu seragam sekolah korban yang telah sobek karena dugaan pengeroyokan.
Keluarga berharap agar pihak kepolisian dapat menangkap para pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah mereka lakukan
Maraknya kasus perundungan yang saat ini terjadi di lingkup pendidikan menjadi hal yang harus segera diselesaikan dan mengembalikan kembali fungsi utama dari sekolah yang menyediakan keamanan bagi anak-anak untuk menuntun pendidikan.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira