Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Beda Dengan Kang Dedi Mulyadi, Ini Cara Eri Cahyadi Mengatasi Problem Anak Nakal

Jauhar Yohanis • Kamis, 29 Mei 2025 | 19:03 WIB

Eri Cahyadi - Wali Kota Surabaya
Eri Cahyadi - Wali Kota Surabaya

JP Radar Kediri- Berbeda dengan pendekatan ala Kang Dedi Mulyadi yang kerap “menyergap” langsung anak-anak nakal di jalanan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memilih jalur yang lebih mendasar: membenahi rumah dan lingkungan sebagai pondasi utama pembangunan karakter anak.

Dalam unggahan Instagram-nya, Eri menulis tegas, “Tidak ada anak ‘bermasalah’ sebenarnya. Itu semua berawal dari rumah dan lingkungan yang semestinya aman dan nyaman untuk mereka bertumbuh.” Kalimat ini bukan sekadar slogan, tapi cerminan filosofi yang ia pegang dalam membina anak-anak Surabaya.

Menurut Eri, potensi risiko seperti narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas harus ditekan sejak dini. Bukan dengan kekerasan, bukan dengan hukuman, tetapi dengan pencegahan yang dimulai dari rumah. Rumah, bagi Eri, bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sekolah pertama tempat anak belajar nilai-nilai moral, kedisiplinan dan kasih sayang.

Baca Juga: KPAI Minta Evaluasi Program Dedi Mulyadi Siswa di Barak Militer, Warganet: Justru Solusi untuk Kenakalan Remaja

Namun, Eri juga realistis. Kalau pun anak-anak itu sudah terlanjur “turun ke jalan” dan terlibat masalah sosial, bukan berarti mereka harus dikucilkan. Justru mereka harus dirangkul dengan program-program yang terbukti mampu menyelesaikan akar masalah mereka, bukan hanya menutup luka di permukaan.

Salah satu andalan Kota Surabaya adalah Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS), yang beroperasi di UPTD Kampung Anak Negeri di Mulyorejo dan Rungkut. RIAS bukan sekadar tempat penitipan anak bermasalah, melainkan wadah pembinaan yang memberi mereka bekal keterampilan hidup (life skill), pelatihan keterampilan praktis, hingga pembinaan keagamaan dan wawasan kebangsaan.

Di RIAS, anak-anak diajari membuat kerajinan, belajar disiplin, mengenal nilai-nilai kebangsaan, dan menemukan kembali rasa percaya diri. Program ini sudah berjalan bertahun-tahun dan telah menyentuh ratusan anak yang dulunya nyaris terjerumus dalam jurang gelap kehidupan jalanan.

Baca Juga: Dibalik Kontroversi! Program Militerisasi Siswa Nakal Dedi Mulyadi dapat Pujian Usai Video Viral Pelajar Sujud ke Ibu

Yang membuat pendekatan ini berbeda adalah satu kata kunci: kolaborasi. Eri menekankan bahwa sehebat apa pun program pemerintah, tanpa kerja sama dengan orang tua, hasilnya akan nihil. “Mau dengan cara apapun membangun karakter anak, tanpa adanya kerja sama dengan orang tua, tidak akan berhasil,” tulisnya.

Dalam konteks ini, orang tua bukan hanya penonton, tetapi pemain utama. Mereka harus ikut hadir, ikut terlibat, ikut bertanggung jawab. Sekolah dan pemerintah hanya bisa membantu sebatas kapasitas mereka, tapi fondasi utama tetap ada di rumah. (*)

Editor : Jauhar Yohanis
#anak nakal #kang dedi mulyadi #eri cahyadi #wali kota surabaya #barak