Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Adidas Jadi Korban Serangan Siber, Data Pelanggan Bocor Tapi Kata Sandi Aman

Internship Radar Kediri • Rabu, 28 Mei 2025 | 23:20 WIB
Adidas
Adidas

JP Radar Kediri -  Adidas telah mengumumkan bahwa mereka menjadi korban serangan siber yang menyebabkan data pribadi pelanggan dicuri.

Perusahaan olahraga asal Jerman ini menyatakan bahwa para peretas berhasil mendapatkan "data konsumen tertentu" yang sebagian besar berupa informasi kontak dari orang-orang yang pernah menghubungi layanan bantuan mereka.

Meski demikian, Adidas menegaskan bahwa informasi sensitif seperti kata sandi, data kartu kredit, atau rincian pembayaran lainnya tidak ikut terdampak dalam insiden ini. Mereka menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan kembali komitmen mereka dalam menjaga keamanan serta privasi pelanggan.

Baca Juga: Priyo Sudibyo, Direktur Utama Tugu Tirta Kota Malang yang Jadi Narasumber BTAM Water Forum 2025

"Adidas baru-baru ini mengetahui bahwa pihak luar yang tidak berwenang memperoleh data konsumen tertentu melalui penyedia layanan pelanggan pihak ketiga," ujar pihak perusahaan melalui pernyataan resminya.

Mereka segera mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan insiden tersebut dan melakukan investigasi menyeluruh dengan bantuan para ahli keamanan siber.

Perusahaan juga tengah memberitahu konsumen yang mungkin terdampak, serta melaporkan kejadian ini kepada otoritas perlindungan data dan penegak hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hingga saat ini, tidak ada dampak langsung terhadap operasional bisnis Adidas.

Baca Juga: Update Terbaru Pengumuman PPPK Tahap 2 Usai Ditunda! Pemerintah Siapkan Skema Baru untuk Jamin Kesejahteraan Honorer

Serangan terhadap Adidas terjadi di tengah meningkatnya kasus peretasan terhadap sejumlah perusahaan besar. Sebelumnya, Marks & Spencer, Co-op, dan Harrods juga menjadi sasaran serangan siber yang berdampak cukup serius.

Dalam beberapa kasus, seperti yang dialami M&S, serangan tersebut menyebabkan gangguan besar pada operasional perusahaan dan diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp6 triliun.

Meskipun belum ada bukti yang mengaitkan serangan terhadap Adidas dengan kelompok peretas tertentu, pihak berwenang Inggris tengah menyelidiki kelompok hacker berbahasa Inggris bernama Scattered Spider. Kelompok ini diyakini berada di balik serangan terhadap M&S, Co-op, dan Harrods, meskipun Adidas belum dikaitkan dengan kelompok tersebut.

Baca Juga: TOK! Tak Hanya Sekolah Negeri, MK Wajibkan Pemerintah Biayai SD hingga SMP Swasta

Adidas sebelumnya juga melaporkan insiden pelanggaran data di beberapa cabangnya di luar negeri, termasuk di Turki dan Korea Selatan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa serangan siber terhadap sektor ritel semakin meluas, dan menekankan pentingnya penguatan sistem keamanan data pelanggan secara global.

Insiden semacam ini menjadi pengingat bahwa meskipun sistem pembayaran tetap aman, informasi pribadi seperti alamat email dan nomor telepon pun dapat berharga di tangan yang salah. Data semacam itu dapat dimanfaatkan untuk penipuan, serangan phishing, atau kampanye spam berskala besar.

Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya perlu memperkuat sistem internal, tetapi juga memastikan bahwa semua mitra eksternal, seperti penyedia layanan pelanggan, mematuhi standar keamanan tertinggi. Langkah-langkah seperti audit berkala, pelatihan karyawan, dan pengawasan pihak ketiga menjadi semakin krusial dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Di sisi lain, konsumen juga diimbau untuk lebih waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Adidas atau entitas lain. Verifikasi informasi secara langsung melalui saluran resmi dan tidak sembarangan memberikan data pribadi merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan diri di era digital ini.

Dengan meningkatnya frekuensi dan skala serangan siber, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan pakar keamanan siber menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman. Insiden yang menimpa Adidas menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk tidak lengah dalam menghadapi ancaman dunia maya yang semakin canggih dan terorganisir.(***)


Penulis : Asyfa Maulidina

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita hari ini #adidas #serangan siber #cyberattack #kebocoran data