Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Karyawan Shopee Menangis di PHK Usai 8 Tahun Kerja, Begini Penjelasan Pihak Shopee!

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 28 Mei 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi Shopee
Ilustrasi Shopee

JP Radar Kediri – Kasus PHK tengah banyak berseliweran muncul di media sosial. Salah satunya yang menjadi sorotan adalah beredarnya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh Shopee Indonesia.

Kabar ini viral di media sosial (medsos), setelah salah satu karyawannya mengunggah keluhannya di tersebut.

Dalam unggahan yang beredar, terlihat salah satu karyawan menangis akibat terkena dampak PHK pada 24 April 2025 setelah delapan tahun bekerja.

"24 April 2025, pukul 09.45 WIB tiba-tiba mendapat email karena pukul 11.00 WIB zoom meeting. Tiba-tiba satu divisi kami terkena pengurangan karyawan (layoff)," ujar karyawan tersebut, Senin (26/5/2025).

 Baca Juga: Heboh Pegawai BI Bunuh Diri Karena Tekanan Kerja? Ini Penjelasan Pihak Bank

Wanita itu mengungkapkan kesedihannya sambal menangis dan menyebut itu menjadi hari terakhirnya bekerja.

"Demi Allah, aku begitu mendengar syok dan sedih banget karena ini beneran enggak ya. Ternyata, akan menjadi hari terakhir aku bekerja di Shopee, walaupun aku sudah mempersiapkan diri dengan hal-hal buruk yang akan terjadi tetapi nyatanya rasa sedih itu enggak akan bisa dibohongi," katanya.

Karyawan itu mengaku, sebelum pengumuman gelombang PHK, ia dan teman-temannya masih dalam keadaan bahagia. Namun mendengar keputusan ini, mereka mengaku merasa hancur dan tidak siap.

"Kami belum siap kehilangan aktivitas kami sehari-hari di kantor, belum siap kehilangan kebersamaan dengan teman-teman kami di kantor," tuturnya.

Meski terkena dampak PHK, karyawan tersebut berusaha menerimanya dengan lapang dada.

 Baca Juga: Kasus Pegawai BI Meninggal, Publik Soroti Pentingnya Kesehatan Mental

Melihat unggahan tersebut, membuat netizen ramai-ramai turut prihati. Banyak dari mereka seakan tidak percaya atas keputusan platform belanja online itu yang harus melakukan PHK terhadap karyawannya.

Disisi lain, dalam keterangan resminya pada Rabu, 28 Mei 2025, pihak Shopee justru membantahnya.

Pihaknya menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah PHK massal, melainkan relokasi sebagian tim operasional ke Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan oleh Deputy Director of Public Affairs Shopee, Radynal Nataprawira, menjelaskan bahwa relokasi dilakukan demi menciptakan proses kerja yang lebih efisien.

 “Langkah ini dilakukan setelah memastikan adanya fasilitas memadai serta kesiapan kondisi tim operasional di area tersebut,” ujar Radynal.

Dalam prosesnya, Shopee memberikan pilihan kepada karyawan, yakni relokasi ke Jawa Tengah atau mengikuti proses internal transfer ke berbagai departemen di wilayah Jabodetabek yang masih relevan dengan posisi mereka.

 Baca Juga: TOK! Tak Hanya Sekolah Negeri, MK Wajibkan Pemerintah Biayai SD hingga SMP Swasta

Diketahui sebelumnya, badai PHK pada April 2025 bukanlah pertama kalinya. Pasalnya, pada pertengahan 2022 marketplace tersebut telah melakukan pengurangan karyawan hingga tiga kali sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional.

Kala itu, PHK terjadi pada unit bisnis ShopeeFood, tepatnya pada Juni 2022. Berikutnya, PHK kedua dilakukan pada September 2022. Kala itu, sebanyak tiga persen dari total 6.000 karyawan terkena dampak PHK.

Ketiga, pada November 2022, kembali melakukan PHK pada divisi sumber daya manusia (SDM). Selain pada 2022, PHK juga terjadi pada 2023 dan 2024.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#phk karyawan shopee #viral #phk #shopee