JP Radar Kediri - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, maskapai penerbangan nasional Indonesia, tengah menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kondisi keuangan yang masih mencatat kerugian, suntikan modal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjadi harapan baru bagi pemulihan dan penguatan bisnis Garuda.
Garuda Indonesia masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 1,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2025. Meskipun pendapatan dari segmen penerbangan berjadwal mengalami kenaikan tipis, beban operasional dan keuangan yang tinggi tetap menjadi tantangan utama bagi maskapai ini. Selain itu, Garuda juga menghadapi masalah likuiditas, dengan utang yang mencapai Rp 62,5 triliun dan ekuitas yang tercatat minus Rp 23,2 triliun.
Danantara, sebagai badan pengelola investasi milik negara, dikabarkan tengah mempertimbangkan suntikan modal bagi Garuda Indonesia. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa investasi ini bukan berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN), melainkan dari Holding Operasional Danantara yang bertujuan untuk memperkuat bisnis dan investasi Garuda.
Investasi ini diharapkan dapat membantu Garuda dalam meningkatkan efisiensi bisnis serta memperbaiki kinerja keuangan agar mampu menghasilkan laba di kuartal-kuartal mendatang. Selain itu, suntikan modal ini juga akan digunakan untuk penambahan modal kerja serta penguatan sektor pariwisata, yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam pengembangan ekonomi nasional.
Kabar mengenai suntikan modal dari Danantara telah memberikan dampak positif terhadap pergerakan saham Garuda Indonesia di pasar modal. Saham Garuda mengalami kenaikan sebesar 10% dalam perdagangan terakhir, dengan volume transaksi yang cukup tinggi. Namun, beberapa analis menyebut bahwa pergerakan ini masih bersifat sementara, mengingat tantangan likuiditas yang dihadapi oleh Garuda.
Meskipun investasi dari Danantara dapat memberikan dorongan bagi pemulihan Garuda, maskapai ini masih harus menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah efisiensi operasional, termasuk optimalisasi armada dan pengelolaan biaya operasional. Selain itu, Garuda juga perlu meningkatkan daya saingnya di pasar internasional dengan memperkuat layanan dan strategi bisnisnya.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira