Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hujan Tak Kunjung Mereda di Musim Kemarau Tahun Ini, BMKG Prediksi Berlangsung hingga Bulan Agustus

Ilmidza Amalia Nadzira • Sabtu, 24 Mei 2025 | 01:30 WIB
Hujan Tak Kunjung Mereda di Musim Kemarau Tahun Ini, BMKG Prediksi Berlangsung hingga Bulan Agustus
Hujan Tak Kunjung Mereda di Musim Kemarau Tahun Ini, BMKG Prediksi Berlangsung hingga Bulan Agustus

JP Radar Kediri – Ada yang berbeda dengan musim kemarau tahun ini. Disaat musim kemarau sudah menyapa sejumlah negara di dunia, sebagian besar wilayah Indonesia masih senantiasa diguyur hujan.

Hujan yang turun tidak hanya dalam bentuk gerimis singkat, tetapi kadang berlangsung cukup lama dan terjadi hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam.

Fenomena yang membingungkan banyak kalangan ini disebut sebagai kemarau basah, dan saat ini sedang menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kemarau basah bukanlah musim baru, melainkan sebuah kondisi cuaca di mana curah hujan tetap tinggi meskipun wilayah Indonesia secara kalender telah memasuki musim kemarau. Dalam kondisi normal, curah hujan pada musim kemarau hanya berkisar di bawah 50 milimeter per bulan.

Namun, pada fenomena kemarau basah ini, angka tersebut melonjak hingga lebih dari 100 milimeter per bulan. Artinya, meski disebut kemarau, langit tak sepenuhnya bersih dari awan hujan, dan aktivitas hujan masih terus berlangsung dengan intensitas yang cukup signifikan.

BMKG mencatat bahwa fenomena ini bukan hanya terjadi di satu atau dua wilayah saja, melainkan mencakup sejumlah provinsi di berbagai pulau besar di Indonesia.

Beberapa daerah yang diprediksi mengalami kemarau basah antara lain sebagian wilayah di Aceh bagian barat, sebagian besar wilayah Lampung, hampir seluruh area Jawa bagian barat hingga tengah, serta beberapa bagian di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Tak ketinggalan, wilayah Nusa Tenggara Timur juga termasuk dalam daftar, bersama dengan beberapa kawasan Sulawesi dan Papua bagian tengah yang turut merasakan cuaca ini.

Menurut pemantauan dan prediksi BMKG, kemarau basah ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga bulan Agustus 2025. Artinya, sepanjang musim kemarau tahun ini, masyarakat masih harus bersiap menghadapi potensi hujan yang bisa datang sewaktu-waktu, bahkan di saat cuaca tampak cerah di pagi hari.

Dengan rentang waktu yang panjang dan cuaca yang sulit ditebak, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan prakiraan cuaca secara berkala.

Dalam menghadapi kemarau basah ini, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan pertanian, konstruksi, dan kegiatan luar ruangan lainnya.

Fenomena kemarau basah menunjukkan bahwa cuaca dan iklim tidak lagi bisa diprediksi hanya dengan mengandalkan pola-pola lama. Perubahan iklim global membuat musim menjadi tidak menentu dan memaksa semua pihak untuk bersikap adaptif.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #BMKG #hujan #kemarau basah #prediksi