JP Radar Kediri - Di hadapan para akademisi dan mahasiswa Universitas Stanford, California, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pidato yang mengangkat tema krusial bagi masa depan Indonesia dan dunia: pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan. Kehadiran AHY di kampus prestisius ini merupakan bagian dari kunjungan kerja untuk memperkuat diplomasi strategis dan memperkenalkan pendekatan pembangunan baru Indonesia kepada komunitas global.
Dalam pidatonya, AHY menyampaikan bahwa paradigma pembangunan di Indonesia tengah mengalami pergeseran. Tidak cukup lagi membangun jalan, jembatan, dan pelabuhan, pembangunan harus melibatkan dimensi keberlanjutan dan keadilan sosial. “Pembangunan yang hanya menumbuhkan ekonomi, tapi memperlebar kesenjangan, bukanlah pembangunan yang kita perjuangkan,” tegasnya.
Menurut AHY, keadilan sosial dalam pembangunan adalah kunci utama. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap warga negara baik yang tinggal di perkotaan maupun daerah tertinggal mendapatkan manfaat nyata dari proyek pembangunan.
Lebih jauh, AHY menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar menjaga lingkungan. Ini adalah pendekatan holistik yang mencakup pembangunan manusia, penguatan institusi, ketahanan pangan, energi bersih, dan pengelolaan air yang efisien.
Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia disebut tengah mendorong integrasi lintas sektor dan memperkuat kerja sama dengan mitra internasional serta pelaku sektor swasta. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam mendukung transformasi ini mulai dari teknologi hijau hingga manajemen data yang transparan.
Salah satu pesan terpenting dari AHY adalah ajakan untuk membangun kemitraan lintas batas. Ia menyebutkan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, dan krisis energi tak bisa diatasi oleh satu negara saja. Butuh sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, komunitas akademik, dan sektor swasta.
“Kita hidup di era interdependensi. Solusi terbaik lahir dari kolaborasi lintas sektor, lintas bangsa,” ujar AHY.
Dalam penutupnya, AHY menggambarkan visi jangka panjang Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 sebuah visi nasional di mana Indonesia menjadi negara maju, adil, dan makmur di usia kemerdekaannya yang ke-100. Ia percaya bahwa pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan adalah fondasi untuk mencapai visi besar itu.
“Bukan hanya tentang seberapa cepat kita tumbuh, tapi seberapa adil dan lestari kita melangkah,” ungkapnya penuh semangat.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira