Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wilayah Jatim Masih Diguyur Hujan di Tengah Musim Kemarau, BMKG Juanda Ungkap Penyebabnya

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 19 Mei 2025 | 23:03 WIB
Ilustrasi hujan di Surabaya.
Ilustrasi hujan di Surabaya.

JP Radar Kediri - Meskipun sudah memasuki pertengahan Mei dan sebagian besar wilayah Jawa Timur seharusnya tengah mengalami musim kemarau, sejumlah daerah di provinsi ini masih diguyur hujan deras disertai petir dan angin kencang.

Cuaca yang tak biasa ini membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya mengapa hujan masih terus mengguyur, padahal suhu cenderung lebih panas pada umumnya selama musim kemarau.

Untuk menjelaskan fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi cuaca yang tengah terjadi di wilayah Jawa Timur.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa meskipun kalender menunjukkan musim kemarau, beberapa daerah di Jawa Timur masih berada dalam masa pancaroba, yaitu periode peralihan antara musim hujan dan musim kemarau yang ditandai dengan cuaca yang tidak stabil dan sering kali berubah-ubah.

Baca Juga: Tak Hanya di Indonesia! Cuaca Ekstrem juga Melanda Arab Saudi, Begini Imbauan untuk Para Jemaah Haji

Selama masa pancaroba ini, cuaca sering kali tidak dapat diprediksi dengan pasti. Hujan yang terjadi bisa sangat intens meskipun seharusnya cuaca lebih kering, dan fenomena ini bisa terjadi beberapa hari hingga minggu ke depan, tergantung pada kondisi atmosfer yang sedang berlangsung.

Taufiq juga menjelaskan bahwa penyebab hujan yang masih mengguyur adalah adanya pola belokan angin dan pertemuan angin (konvergensi) yang terjadi di wilayah Laut Jawa.

Fenomena ini menyebabkan terbentuknya awan-awan hujan yang cukup besar dan berkembang, memicu hujan yang cukup deras di sejumlah titik di Jawa Timur.

Selain itu, gangguan atmosfer berupa gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi akan melintasi wilayah Jawa Timur dalam 10 hari ke depan turut memperkuat pembentukan awan hujan. Hal ini menyebabkan peningkatan aktivitas cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Mulai 18–27 Mei 2025, Ini Daftar Wilayah yang Berisiko

BMKG Juanda juga mengingatkan bahwa kondisi atmosfer lokal yang masih labil dan lembap baik di lapisan bawah hingga atas mendukung terbentuknya awan Cumulonimbus, awan yang dikenal bisa menghasilkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama di daerah-daerah yang berpotensi terpapar cuaca ekstrem.

Taufiq juga mengimbau agar masyarakat selalu memantau informasi cuaca terkini yang diberikan oleh BMKG melalui saluran resmi, guna meminimalkan dampak buruk dari cuaca ekstrem ini.

Waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang adalah langkah preventif yang sangat penting di tengah cuaca yang tak menentu ini.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#hujan di musim kemarau #bmkg juanda #berita kediri hari ini