JP Radar Kediri - Pemerintah Arab Saudi kembali mengeluarkan peringatan serius terkait kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda kawasan Tanah Suci saat musim haji 2025.
Berdasarkan prediksi otoritas setempat, suhu udara selama puncak pelaksanaan ibadah haji diperkirakan bisa menembus angka 45 hingga 51 derajat Celsius.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mempersiapkan diri menghadapi panas terik yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Salah satu langkah pencegahan yang disarankan adalah penggunaan payung saat berada di luar ruangan guna mengurangi paparan langsung sinar matahari.
Menurut penjelasan otoritas kesehatan, penggunaan payung secara signifikan mampu mengurangi dampak radiasi sinar ultraviolet (UV), yang merupakan penyebab utama dari kondisi heatstroke (sengatan panas) dan dehidrasi.
Perlindungan dari payung disebut mampu menahan paparan sinar UV hingga 92 persen, tergantung jenis dan bahan payung yang digunakan.
Selain penggunaan payung, jemaah juga diminta untuk memperhatikan asupan cairan tubuh dengan rutin mengonsumsi air putih, meskipun tidak merasa haus.
Pasalnya, dehidrasi sering kali terjadi secara perlahan tanpa disadari, terutama saat tubuh terus-menerus terpapar suhu tinggi.
Baca Juga: Harap Waspada! BMKG Bocorkan Ancaman Cuaca Ekstrem Pekan Ini di Masa Peralihan Musim
Di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) juga sudah memberikan arahan serupa. Jamaah asal Indonesia diingatkan untuk membawa perlengkapan pelindung diri seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam, masker, serta botol minum portabel yang mudah dibawa ke mana-mana.
Petugas haji Indonesia yang bertugas di Arab Saudi pun telah dipersiapkan untuk siaga menghadapi situasi darurat di lapangan.
Mereka akan aktif memberikan bantuan kepada jemaah yang mengalami kelelahan, pingsan, atau gejala gangguan kesehatan lainnya akibat cuaca panas.
Dengan ancaman suhu ekstrem yang semakin nyata, kesiapan fisik dan perlengkapan menjadi faktor utama agar para jemaah tetap bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman, lancar, dan khusyuk.
Semua pihak diimbau untuk tidak menganggap remeh kondisi cuaca yang bisa berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira