JP Radar Kediri – Pengemudi ojek online dari berbagai platform seperti Grab, Gojek, dan Maxim berencana melakukan pemadaman aplikasi atau mogok kerja pada tanggal 20 Mei mendatang.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tarif baru yang dinilai memberatkan para pengemudi.
Kelompok pengemudi menyampaikan bahwa penurunan tarif yang diterapkan oleh pihak aplikator membuat penghasilan mereka semakin menipis, sehingga sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Mereka menuntut agar tarif dikembalikan seperti semula dan ada transparansi dalam pengelolaan sistem tarif.
“Tarif yang ada sekarang ini sangat tidak adil. Kami berharap pihak perusahaan mendengar suara kami agar kebijakan tarif dapat direvisi,” kata perwakilan pengemudi saat menggelar diskusi tertutup.
Rencana pemadaman aplikasi ini mendapat perhatian dari sejumlah kalangan.
Beberapa pengemudi menyatakan akan menonaktifkan aplikasi secara serentak selama 12 jam mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB pada 20 Mei.
Mereka berharap aksi ini bisa menjadi momentum bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi dan dialog terbuka dengan pengemudi.
Sementara itu, pihak manajemen aplikasi belum memberikan respon resmi terkait rencana aksi ini.
Namun, mereka terus berupaya menjaga komunikasi dan mencari solusi terbaik agar semua pihak bisa merasa diuntungkan.
Aksi pemadaman aplikasi ini menjadi bentuk ekspresi ketidakpuasan yang kerap terjadi di kalangan pengemudi ojek online sejak adanya perubahan tarif dan kebijakan dalam beberapa waktu terakhir.
Pengemudi berharap aksi ini bisa membawa perubahan positif dan memperbaiki kondisi kerja mereka ke depan.
Dampak dari pemadaman aplikasi ini diperkirakan akan dirasakan oleh pengguna jasa ojek online, terutama di kota-kota besar dan kawasan padat aktivitas.
Para pengguna diimbau untuk mencari alternatif transportasi lain pada hari tersebut agar tidak mengalami kendala mobilitas.
Selain itu, aksi ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak, baik perusahaan aplikasi maupun pemerintah, untuk memperhatikan kesejahteraan pengemudi yang merupakan ujung tombak layanan transportasi online di Indonesia.
Para pengemudi mengajak seluruh rekan sesama driver agar bersatu dalam menyampaikan aspirasi demi masa depan yang lebih baik.
“Kami bukan hanya menuntut tarif yang adil, tetapi juga berharap adanya perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pengemudi secara keseluruhan,” ujar salah satu koordinator aksi.
Sementara itu, pengamat transportasi menilai bahwa aksi pemadaman aplikasi ini mencerminkan tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan aplikasi dan kesejahteraan pengemudi.
“Perlu adanya dialog intensif dan kebijakan yang berpihak kepada kedua belah pihak agar sektor transportasi online tetap berkembang secara berkelanjutan,” kata pengamat tersebut.
Aksi yang akan digelar pada 20 Mei ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh stakeholder untuk duduk bersama mencari solusi terbaik, agar ke depannya pelayanan kepada masyarakat tetap optimal tanpa mengorbankan penghasilan para pengemudi.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira