Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

KPAI Minta Evaluasi Program Dedi Mulyadi Siswa di Barak Militer, Warganet: Justru Solusi untuk Kenakalan Remaja

Internship Radar Kediri • Senin, 19 Mei 2025 | 21:05 WIB
KPAI Minta Evaluasi Program Dedi Mulyadi Siswa di Barak Militer, Warganet Justru Solusi untuk Kenakalan Remaja
KPAI Minta Evaluasi Program Dedi Mulyadi Siswa di Barak Militer, Warganet Justru Solusi untuk Kenakalan Remaja

JP Radar Kediri – Dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Jum’at (16/5) lalu, KPAI menyebut telah menemukan temuan-temuan dimana program pembinaan siswa yang digagas oleh Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, perlu dilakukan peninjauan ulang.

Melalui konferensi pers tersebut, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI Jasra Putra, menyebut bahwa sebagian besar para siswa yang menerima pembinaan karakter baik di barak militer karena terlibat dalam aksi tawuran, sering merokok, hingga membolos di jam pelajaran berlangsung.

Hasil dari wawancara yang dilakukan oleh KPAI terhadap beberapa siswa yang mendapatkan pembinaan di Depo Pendidikan (Depo) Bela Negara Rindam III/Siliwangi Bandung dan Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Purwakarta, jasra mengungkap bahwa 6,7 persen siswa disana tidak mengetahui mengapa mereka harus berada disana.

 Para siswa tersebut mengatakan bahwa mereka tidak tahu mereka juga turut diikut sertakan dalam program pembinaan tersebut. “Sebanyak 6,7 persen siswa menyatakan tidak mengetahui alasan mereka mengikuti program,” ujar Jasra

Melalui data pokok pendidikan (Dapodik), seluruh siswa yang menjadi peserta dalam program itu tercatat sebagai siswa masuk dalam kalangan aktif. Menurut hasil temuan yang didapatkan oleh pihaknya,

Jasra menilai bahwa program pembinaan siswa tersebut memerlukan peninjauan ulang terkait sasaran yang menjadi tujuan dari program tersebut.

Sementara itu, warganet sendiri menilai bahwa langkah yang diambil oleh Gubernur Jawa Barat tersebut sudah tepat untuk mengatasi permasalahan kenakalan remaja yang terjadi di wilayah Jabar.

Selain kritik serta temuan yang ditemukan oleh KPAI dari hasil wawancara bersama dengan para siswa yang menjadi peserta pembentukan karakter di barak militer, warganet juga meminta saran atau solusi lain dari KPAI jika menilai bahwa langka yang diambil oleh Dedi Mulyadi kurang tepat.

Warganet juga menyebut, dari 6,7 persen siswa yang tidak mengerti mengapa mereka harus menjadi peserta pembinaan, 93.3 persen lainnya paham mengapa mereka harus berada di sana untuk menerima pembinaan dari para anggota TNI.

Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kpai #dedi mulyadi #gubernur jawa barat #evaluasi #warganet #Pembinaan Siswa di Barak Militer #radar ekdiri