Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Intervensi Musim di Indonesia Makin Tinggi, 2025 Hadapi Transisi Kemarau yang Unik

Internship Radar Kediri • Minggu, 18 Mei 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi Hujan
Ilustrasi Hujan

JP Radar Kediri - Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan musim yang cukup signifikan, terutama dalam transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak April 2025, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Agustus.

Perubahan ini membawa berbagai tantangan, terutama dalam sektor pertanian, lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

Musim kemarau tahun ini diprediksi memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 403 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 57,7% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau lebih awal, terutama di wilayah Nusa Tenggara.

Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya mengalami musim kemarau yang datang bersamaan atau lebih lambat dari biasanya. BMKG juga mencatat bahwa durasi musim kemarau tahun ini lebih pendek dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang dapat berdampak pada pola curah hujan dan ketersediaan air.

Musim kemarau yang lebih pendek dan datang lebih awal memiliki berbagai dampak bagi masyarakat dan lingkungan.

1. Kekeringan dan Krisis Air
Musim kemarau sering kali dikaitkan dengan berkurangnya pasokan air di berbagai daerah. Wilayah yang bergantung pada sumber air permukaan, seperti sungai dan waduk, mungkin mengalami penurunan debit air yang signifikan. Hal ini dapat mempengaruhi sektor pertanian, terutama bagi petani yang mengandalkan irigasi untuk mengairi tanaman mereka.

2. Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan
Dengan meningkatnya suhu dan berkurangnya curah hujan, risiko kebakaran hutan dan lahan menjadi lebih tinggi. Wilayah seperti Sumatera dan Kalimantan sering kali mengalami kebakaran hutan selama musim kemarau, yang dapat menyebabkan polusi udara dan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

3. Dampak terhadap Kesehatan
Musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko penyakit terkait cuaca panas, seperti dehidrasi dan penyakit pernapasan akibat polusi udara. Selain itu, perubahan pola hujan dapat mempengaruhi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare dan demam berdarah.

Penulis: Laila Karima

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#BMKG #kemarau #musim