JP Radar Kediri - Atalarik Syah tengah menjadi sorotan atas pembongkaran rumah yang menimpa kediamannya.
Rumah pemain sinetron itu dibongkar paksa oleh aparat kepolisian atas perintah Pengadilan Negeri Cibinong, Kamis (14/5).
Pembongkaran paksa rumah milik pemain sinetron itu diduga terkait kasus sengketa tanah.
Atas keputusan PN Cibinong, Atalarik Syah mengaku kecewa dan merasa tidak adil.
Bahkan dia merasa dizalimi atas pembongkaran rumah yang dilakukan tanpa adanya pemberitahuan dari aparat terlebih dahulu.
Ungkapan kekecewaannya itu ia sampaikan melalu Instagram pribadinya @ariksyach.
"Singkat cerita, tidak ada pemberitaan ke saya, dianggap kami ini binatang, tidak ada surat untuk kita. Sekarang dieksekusi, udah sampai ke genteng, segala macam," katanya dalam unggahan insta-story.
Dalam unggahan video itu, Atalarik Syah juga mengadukan permasalahannya dengan menandai akun Instagram resmi Presiden @prabowo dan Gubernur Jawa Barat @dedimulyadi71.
Terkait sengketa tanah, dia menjelaskan telah memperjuangkan kepemilikan atas rumah dan tanah tersebut sejak tahun 2015. Properti itu dibelinya secara sah pada tahun 2000.
"Saya berjuang untuk mempertahankan tanah saya dari tahun 2015. Padahal tanah ini, wilayah ini, dibeli dari tahun 2000," jelasnya.
Kronologi Dibongkarnya Rumah Atalarik Syah
Terpisah, Atalarik menyampaikan tanah tersebut diakui sebagai milik seorang pria bernama Dede Tasno.
Akan tetapi, Atalarik membeli tanah tersebut dari PT Sapta, bahkan lengkap dengan akta jual beli (AJB), sertifikat, walaupun ada beberapa bidang tanah yang belum dibalik namakan.
Sejak awal pembelian, Atalarik telah berusaha untuk mengurus legalitas tanah miliknya, tetapi memang tidak berjalan mulus.
Selain itu, pada saat membeli tanah tersebut prosesnya tidak didampingi oleh notaris, melainkan pegawai kelurahan dan kecamatan.
Saat ini Camat Kecamatan Cibinong, Lurah Kelurahan Pakan Sari, Nizyuda A Yusr, Permadi Soessetio, dan PT Sapta Usaha Gemilang yang mengurus jual beli tanahnya telah digugat karena kasus sengketa tanah ini.
Meski merasa dirugikan, Atalarik Syach mencoba mengambil hikmah dari kejadian ini.
Kabar pembongkaran paksa rumah Atalarik Syah ini sontak viral di media sosial.
Namun Sebagian warganet justru mengaitkannya dengan kesulitan yang menimpa Tsania Marwa. Mereka menyebut kejadian ini tak lain adalah karma.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah