JP Radar Kediri – Majunya Jokowi, Presiden ke-7 RI sebagai kandidat calon ketua umum di Partai Soolidaritas Indonesia (PSI) masih dalam tahap pertimbangan. Walaupun masih dalam tahap pertimbangan, Jokowi menunjukkan tekadnya untuk bisa mengisi posisi tersebut jika ia sudah maju sebagai kandidiat.
Jokowi mengungkap, ia tidak berniat untuk kalah jika nantinya telah memutuskan untuk ikut memperebutkan kedudukan tersebut yang saat ini masih diisi oleh anak bungsunya, yaitu Kaesang Pangarep.
“Ya, masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kala,” ujarnya pada Rabu (14/5) kemarin.
Jokowi masih belum mendaftarkan diri sebagai kandidat calon ketua umum PSI. Namun, PSI sendiri berharap agar Jokowi bisa mendaftarkan diri dan maju untuk bersaing mengisi kursi ketua umum itu.
Pendaftaran calon ketua umum PSI sendiri telah dibukan hingga tanggal 31 Mei 2025 mendatang di kantor pusat PSI yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Jokowi menyebutkan, sistem pemilihan yang digunakan untuk pemilihan adalah e-voting yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota partai memberikan suaranya untuk memilih calon ketua umum sesuai dengan keinginan mereka.
PDIP sendiri tidak akan ikut campur perihal rencana maju atau tidaknya Jokowi sebagai kandidat calon ketua umum PSI. hal tersebut disampaikan oleh Politikus PDIP Aria Bima.
Ia menegaskan, bahwa PDIP menghormati setiap mekanisme dan keputusan yang diambil oleh partai lain, termasuk dalam memilih ketua umum melalui kongres.
“Kongres partai kita hormati. Semua partai di Indonesia berhak berkontribusi bagi bangsa lewat proses demokrasi,” ujar Aria, Rabu (14/5) lalu.
Ia juga berharap, kongres PSI tak hanya jadi ajang pemilihan ketua umum, tapi juga mendorong penguatan demokrasi di Indonesia.
“Kita berharap kongres PSI bisa memperkuat demokrasi dan ikut mendorong perkembangan dinamika nasional,” pungkasnya.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira