Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bumi Arema Siap Hengkang dari Jawa Timur! Jadi Ibu Kota Gabung Provinsi Baru Bernama Ini

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 15 Mei 2025 | 20:55 WIB
Alun-alun Malang jadi destinasi wisata di Kota Malang.
Alun-alun Malang jadi destinasi wisata di Kota Malang.

JP Radar Kediri - Isu pemekaran wilayah kembali mengemuka, kali ini datang dari wilayah selatan Jawa Timur.

Kota Malang, bersama dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu, disebut-sebut akan membentuk provinsi baru, terpisah dari Provinsi Jawa Timur.

Wacana ini kini tengah ramai dibahas, baik di kalangan tokoh masyarakat, akademisi, hingga pemerintah daerah.

Gagasan pembentukan provinsi baru bukanlah hal baru. Namun belakangan, semangat pemekaran ini kembali mencuat, menyusul kebutuhan percepatan pembangunan dan keinginan untuk memperkuat identitas kawasan Malang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di selatan Jawa Timur.

Baca Juga: Nganjuk Siap Berpindah ke Jawa Selatan? Wacana Pemekaran Wilayah Jawa Timur semakin Menguat

Malang Jadi Ibu Kota Provinsi Baru?

Dalam rencana awal, Kota Malang akan didapuk sebagai ibu kota Provinsi Malang Raya. Selain karena kesiapan infrastrukturnya, Malang dinilai sudah lama menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan di kawasan selatan Jatim.

Keberadaan universitas besar, pusat bisnis, hingga sektor wisata yang maju membuat Malang dianggap pantas memimpin provinsi baru ini.

Provinsi Malang Raya direncanakan terdiri dari:

Beberapa wacana menyebutkan, daerah-daerah sekitar seperti Lumajang atau Blitar bisa saja bergabung dalam jangka panjang, meski belum ada kejelasan resmi soal itu.

Baca Juga: Tak Hanya Kediri! Kabupaten Bangkalan juga Hengkang dari Jawa Timur, Gabung dengan Daerah ini Jadi Provinsi Baru

Alasan Pemekaran: Efektivitas dan Pemerataan

Wacana ini dilandasi oleh keinginan untuk memperpendek rentang kendali birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selama ini, wilayah Malang sering kali merasa terabaikan dibanding daerah tapal kuda atau metropolitan Surabaya. Dengan menjadi provinsi sendiri, harapannya pembangunan bisa lebih fokus dan merata.

Para pendukung gagasan ini juga menyebut, Malang Raya memiliki potensi ekonomi mandiri, sumber daya manusia unggul, dan jaringan infrastruktur yang kuat untuk menopang status sebagai provinsi.

 

Pemerintah pusat sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi, karena pemekaran provinsi harus melalui proses panjang mulai dari usulan DPRD, persetujuan DPR RI, hingga pengesahan presiden.

Baca Juga: Tak Hanya Kediri yang Pamit dari Jawa Timur! Kota Pendekar juga Diisukan Gabung dengan 12 Kabupaten Lainnya

Jika benar-benar terwujud, Provinsi Malang Raya akan menjadi salah satu provinsi baru yang lahir dari pemekaran Jawa Timur, mengikuti jejak aspirasi serupa dari wilayah lain seperti Matraman dan Sidoarjo Raya.

Namun, untuk saat ini, semua masih dalam tahap wacana. Yang jelas, aspirasi ini mencerminkan keinginan daerah untuk tumbuh lebih cepat dan mandiri, sekaligus menegaskan posisi Malang sebagai salah satu pusat kekuatan baru di selatan Jawa Timur.

Selain Malang Raya, wacana pembentukan Provinsi Jawa Selatan juga mencuat sebagai bagian dari agenda pemekaran wilayah di Jawa Timur. 

Provinsi ini dirancang untuk menaungi wilayah-wilayah seperti Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.

Kota Kediri disebut-sebut sebagai calon kuat ibu kota provinsi baru ini. Letaknya yang strategis, infrastruktur yang berkembang pesat, serta kekuatan ekonomi regional menjadikan Kediri dinilai layak menjadi pusat pemerintahan baru.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Pemekaran Wilayah Jawa Timur #Provinsi Malang Raya