Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Menteri Kesehatan Sebut Pria dengan Ukuran Celana 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 15 Mei 2025 | 18:33 WIB
Menteri Kesehatan  Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JP Radar Kediri - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuat heboh publik lantaran pernyataannya yang menyebut laki-laki yang memakai celana jeans berukuran 33-34 akan lebih cepat menghadap Allah SWT.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran Pasukan Putih Jakarta pada Rabu, 14 Mei 2025.

"Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33. Udah pasti obesitas. Itu menghadap Allahnya lebih cepat dibandingkan yang celana jeansnya 32," lanjutnya.

Hal ini sontak viral dan menuai respon beragam dari publik. Menanggapi hal ini, Menkes menegaskan bahwa pernyataannya itu bukan tanpa dasar medis.

 Baca Juga: Habiskan Anggaran Rp 4,2 Miliar, Plafon Puskesmas Perak Jombang Ambrol Timpa Pasien

Ia mengungkapkan bahwa lemak yang menumpuk secara berlebihan akibat pola makan tidak sehat dapat menimbulkan lemak visceral.

Diketahui, pernyataan Budi tersebut memberikan analogi akan berbahayanya visceral fat atau lemak yang menumpuk di rongga perut dan mengelilingi organ penting yang disebabkan oleh makanan-makanan berlemak.

 "Gini, ini saya tuh kalau diomongin suka salah. Gini ya, lever ini, kalau lemak itu kita makan, normalnya masuk di bawah kulit subcutaneous. Kalau dari situ lebih, dia nempel ke organ (lain), jantung, lever, ini. Itu namanya visceral fat, ini bahaya," ujar Budi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Ini menyorot pentingnya kesadaran terhadap indikator sederhana yang bisa digunakan masyarakat untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan sejak dini. Salah satunya adalah lingkar pinggang.

 Baca Juga: Geruduk DPRD Kabupaten Kediri, Warga Manggis Tuntut Hak Kelola Hutan 

Menurutnya, ukuran celana bisa menjadi tolok ukur kasar bagi pria untuk mengevaluasi potensi obesitas.

Khususnya obesitas perut (abdominal obesity) yang erat kaitannya dengan penyakit serius seperti diabetes tipe 2, hipertensi, stroke, hingga gagal jantung.

"Saya bukannya body shaming, tapi emang artinya begitu," pungkasnya.

Idealnya, seseorang menjaga indeks massa tubuh di bawah 24 untuk menekan risiko gangguan kesehatan serius.

Namun, ia mengakui bahwa konsep BMI masih belum familiar atau sulit dipahami oleh sebagian masyarakat umum.

Karena alasan itulah, Menkes memilih menggunakan contoh ukuran celana jeans atau lingkar pinggang sebagai cara komunikasi yang lebih sederhana dan mudah dicerna.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 
Editor : Anwar Bahar Basalamah
#menkes #celana #viral #Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin