JP Radar Kediri – Belakangan ini, kebakaran mobil listrik BYD Seal di daerah Palmerah, Selasa (13/5/2025) pukul 04.18 WIB, menjadi sorotan publik.
Pasalnya, kendaraan bertenaga baterai tersebut terlihat mengeluarkan asap tebal, padahal diketahui, mobil listrik ini sudah dibekali dengan teknologi mutakhir, yakni Blade Battery.
Dikutip dari Byd.com, Rabu (14/5/2025), setelah bertahun-tahun melakukan studi, penelitian, dan pengembangan, BYD telah menghasilkan Blade Battery.
Blade Battery merupakan inovasi yang diluncurkan oleh BYD pada Maret 2020. Ciri-cirinya yakni bentuknya pipih, mirip seperti bilah pedang.
Keunggulan lain dari Blade Battery adalah efisiensi dan jangkauan yang lebih luas. Teknologi BYD CTP (Cell to Pack) membuat perbedaan, dengan Blade Battery meningkatkan pemanfaatan ruang hingga 50 persen.
Sehingga, meningkatkan kepadatan energi dan memungkinkan lebih banyak baterai dalam ruang yang ringkas, dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
Teknologi ini menawarkan tingkat keamanan, daya tahan, dan kinerja yang baru, serta peningkatan pemanfaatan ruang baterai.
Bahkan, Blade Battery menggunakan lithium iron-phosphate (LFP) sebagai bahan katoda yang diklaim menawarkan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi daripada baterai lithium-ion konvensional.
BYD sendiri telah merintis teknologi baterai selama lebih dari dua dekade lamanya. Pabrikan asal China ini sudah menyematkan lebih dari 3 juta mobil bertenaga baterai yang dijual ke seluruh dunia.
Namun, mobil Listrik BYD Seal di garasi rumah, Palmerah, Jakarta Barat itu terbakar pada Selasa (13/5) dini hari.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarifudin menjelaskan, BYD Seal tersebut sedang diparkir di garasi rumah.
Mobil yang terletak di garasi rumah itu tidak terpakai selama 3 hari. Sehingga diduga lantaran fenomena listrik pada baterai mobil listrik.
Tidak hanya mengeluarkan asap saja, menurut pengakuan yang diterima di lapangan juga terdengar adanya ledakan.
Sehingga pemilik kendaraan melaporkan hal tersebut kepada petugas pemadam kebakaran setempat.
Demi memadamkan asap yang muncul dari BYD Seal, tim pemadam kebakaran diberitakan harus menerjunkan 30 personel dan enam kendaraan pemadam.
Dilansir dari Jawapos, Head of Marketing PR & Government Relation BYD, Luther Panjaitan, mengatakan, tim aftersales BYD sampai saat ini masih melakukan investigasi untuk menemukan titik terang dalam insiden ini.
“Saat ini tim aftersales BYD sedang melakukan investigasi menyeluruh agar dapat melakukan identifikasi permasalahan secara rinci dan menemukan penyebab dari masalah tersebut,” kata Luther pada Rabu (14/5).
Insiden ini diketahui bukan berasal dari api seperti kabar yang sempat beredar, melainkan kobaran asap yang tampak dekat dari mobil.
“Bukan berasal dari api seperti beberapa foto yang beredar, dimana memperlihatkan pantulan lampu mobil berwarna merah pada asap tersebut,” ungkap Luther.
Namun untungnya, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Situasi pun bisa ditangani atas kerjasama sejumlah pihak seperti pemadam kebakaran (damkar) dan penjemputan unit dari pihak BYD.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah