JP Radar Kediri - Geliat pemekaran wilayah di Jawa Timur kembali menghangat, dan kali ini Kabupaten Bangkalan berada di garis terdepan.
Daerah yang dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Madura itu menjadi salah satu motor penggerak wacana pembentukan Provinsi Madura, sebuah entitas administratif baru yang digadang-gadang akan mempercepat pembangunan di empat kabupaten di Pulau Garam yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Dukungan terhadap rencana ini bukan hanya datang dari tokoh masyarakat, tetapi juga dari unsur pemerintahan dan partai politik.
Mereka menilai bahwa selama ini Madura, khususnya Bangkalan, belum mendapatkan porsi pembangunan yang adil jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa Timur.
“Sudah waktunya Madura berdiri di atas kaki sendiri,” begitu kira-kira semangat yang disuarakan oleh para pendukung pemekaran.
Bangkalan dinilai sangat strategis karena lokasinya yang dekat dengan Surabaya dan memiliki potensi ekonomi yang besar termasuk sektor pelabuhan, pendidikan, dan perdagangan antarwilayah.
Rencana ini juga mencakup pemekaran dua wilayah baru untuk memenuhi syarat administratif pembentukan provinsi, seperti menjadikan Pamekasan sebagai kota madya serta membentuk kabupaten baru dari wilayah kepulauan Sumenep.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka Pamekasan akan ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Madura, sementara Bangkalan diproyeksikan menjadi pusat logistik dan jalur utama konektivitas dengan Pulau Jawa.
Meski tantangan masih membentang terutama soal kesiapan fiskal dan infrastruktur semangat masyarakat Bangkalan tak surut.
Mereka berharap pemekaran bisa membuka babak baru dalam sejarah pembangunan daerah yang selama ini kerap merasa termarjinalkan.
Sementara itu, di wilayah barat Jawa Timur, wacana serupa juga muncul. Kabupaten dan Kota Kediri disebut-sebut akan bergabung dalam calon Provinsi Jawa Selatan bersama sejumlah daerah eks-Karesidenan Madiun dan Kediri.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira